- Layanan TransJakarta rute Cawang-Jababeka resmi beroperasi untuk mengintegrasikan kawasan industri Jababeka dengan pusat bisnis Jakarta.
- Rute ini menyediakan 14 armada harian, beroperasi pukul 05.00–22.00 WIB, dengan tarif mulai Rp3.500 per perjalanan.
- Integrasi transportasi publik ini bertujuan memperkuat mobilitas pekerja, mendorong mobilitas rendah karbon, dan meningkatkan daya saing kawasan.
Suara.com - Kawasan industri Jababeka kini mulai terintegrasi transportasi publik. Hal ini setelah Layanan TransJakarta mulai beroperasi dengan rute Cawang-Jababeka.
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menyebut kehadiran rute ini sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas kawasan industri dengan pusat bisnis ibu kota.
"Sebagai kota mandiri berbasis industri yang terintegrasi, Jababeka berkomitmen menghadirkan ekosistem perkotaan yang nyaman, terkoneksi, dan produktif. Kehadiran rute ini memperkuat mobilitas pekerja sekaligus mendorong low carbon mobility melalui transportasi publik," ujarnya seperti dikutip, Senin (16/2/2026).
Adapun, Transjabodetabek rute Cawang–Jababeka beroperasi setiap hari pukul 05.00–22.00 WIB dengan total 14 armada.
Tarif yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni Rp 3.500 per perjalanan. Bahkan, khusus pukul 05.00–07.00 WIB, penumpang hanya dikenakan tarif Rp2.000.
Sepanjang perjalanan, bus melayani sejumlah titik strategis seperti Cawang Sentral, Grand Wisata Bekasi, Living Plaza Jababeka, Hollywood Junction, hingga Arcade Boulevard.
Selain Transjabodetabek, kawasan Jababeka juga terhubung dengan berbagai moda transportasi lain seperti Damri Bandara Soekarno-Hatta, shuttle antarkawasan, serta integrasi dengan stasiun KRL.
Ke depan, kawasan ini juga diproyeksikan terhubung dengan proyek MRT dan LRT.
"Akses yang andal tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan harian, tetapi juga memperkuat produktivitas kawasan serta daya saing Kota Jababeka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan," kata Ivonne. Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang.
Baca Juga: Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
Peluncuran rute Cawang–Jababeka diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya bagi pekerja kawasan industri, pelaku usaha, serta masyarakat yang beraktivitas di area komersial.
Selain itu, layanan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta mendukung upaya pengurangan kemacetan dan emisi karbon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja
-
Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
-
Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026