Suara Denpasar-Kantor Arema FC diserang oleh sekelompok orang. Video penyerangan itu viral di media sosial.
Akun Instagram @pengamatsepakbola yang membagikan video penyerangan itu menyebutkan jika kantor Arema FC itu diserang oleh kelompok Aremania.
"Kantor Arema FC diserang sekelompok Aremania," tulis akun tersebut. Disebutkan bahwa ada tiga tuntutan dari para Aremania.
Tiga tuntutan itu yakni
1. Meminta Arema FC (PT AABBI) selaku klub yang amoral untuk mundur dari kompetisi Liga 1.
2. Menolak segala aktifitas PT AABBI atau Arema FC sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan di
seluruh wilayah Malang Raya.
3. Mendesak PT AABBI atau Arema FC sebagai subyek hukum (korporasi) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Serta kooperatif
dalam proses hukum yang berjalan.
Video penyerangan itu kini viral di media sosial. Tak sedikit netizen yang meragukan informasi tersebut.
Mereka tidak yakin jika kelompok yang melakukan penyerangan itu adalah Aremania sendiri. Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah komentar Peneliti Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau Eko Maung melalui akun instagramnya @ekomaung69.
Baca Juga: Viral! Video Anissa Pohan Gombal Ketum Partai Demokrat di Muka Umum, AHY Langsung Tersipu Malu
Pria yang juga merupakan seorang Bobotoh Oersib itu tak yakin jika kelompok yang melakukan penyerangan adalah Aremani. "ini pasti editan, HOAX....tidak mungkin aremania menyerang arema karena aremania adalah pendukung fanatik buta terhadap arema....klubnya dualisme saja tetap didukung tanpa kritik, itu adalah bukti cinta buta tanpa nalar, lalu bukti lain bahwa tidak mungkin aremania menyerang arema adalah: kalo ada yang nanya "arema yang mana" maka akun2 pendukungnya akan
emosi dan marah2 gak jelas.....itu adalah bukti nyata kecintaan aremania kepada
arema," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
20 Wilayah Aglomerasi Jadi Prioritas PSEL
-
5 Bedak Padat Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Simpel Flawless
-
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Persija Disindir The Jakmania, Mauricio Souza Buka Suara
-
FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam
-
5 HP Murah RAM Jumbo Minimal 12 GB, Multitasking Lancar dan Libas Game Berat!
-
7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?