News / Nasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 22:24 WIB
Kolase foto Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kepala BGN Nanik S Deyang.
Baca 10 detik
  • Pemerintah secara resmi mengganti Kepala dan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada Selasa, 2 Juni 2026.
  • Perombakan pimpinan ini dilakukan Presiden Prabowo sebagai tindak lanjut evaluasi kinerja atas aspirasi DPR dan masyarakat.
  • DPR RI akan segera berkoordinasi dengan pimpinan baru guna memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih transparan.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI mendukung penuh keputusan pemerintah yang secara besar-besaran merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional atau BGN.

Pemerintah, Selasa (2/6/2026) malam, mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana. Sebagai gantinya adalah Nanik S Deyang.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengganti Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari kursi Wakil Kepala BGN.

Keduanya masing-masing resmi digantikan oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

"Perubahan ini tentu diharapkan membawa angin segar bagi efektivitas kerja BGN," kata Dasco, Selasa malam.

Menurut Dasco, keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Terdapat catatan evaluasi mendalam yang diberikan oleh DPR RI maupun pemerintah terhadap kinerja kepemimpinan sebelumnya.

“Hemat kami, keputusan Presiden Prabowo sebagai pemegang hak prerogatif terkait BGN ini adalah pilihan tepat," kata Dasco.

Dasco juga menekankan, langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam mendengarkan aspirasi yang berkembang, baik dari parlemen maupun masyarakat luas.

“Pemerintah, dalam hal ini presiden, sudah mengambil satu keputusan, yakni mengevaluasi pimpinan BGN, yakni Kepala BGN dan dua Wakil Kepala BGN. itu yang kita dengar dari Mensesneg."

Baca Juga: Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

Sosok Naniek S Deyang

Dasco mengungkapkan, Nanik memiliki rekam jejak yang solid dan langsung bersentuhan dengan teknis di lapangan.

Berdasarkan pantauan komisi terkait di DPR, Nanik dinilai proaktif dalam memastikan standar kualitas program gizi, termasuk berani mengambil tindakan tegas terhadap mitra yang tidak memenuhi kualifikasi.

“Bu Nanik banyak melakukan kerja-kerja lapangan. Mengawasi pelaksanaan MBG. Dia juga banyak menutup dapur-dapur yang tak memenuhi syarat. Itu pantauan kawan-kawan komisi DPR," kata Dasco.

Pasca pelantikan pimpinan baru ini, DPR RI berencana segera memanggil pihak BGN untuk melakukan koordinasi.

Fokus utamanya adalah menyelaraskan rencana kerja (planning) pimpinan baru agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

“Komisi IX saya kira akan segera berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN. Itu untuk mengetahui perencanaan, perbaikan, dan lalu membuat tata kelola BGN lebih baik," kata Dasco.

Load More