Suara Denpasar- Belum tuntas pengungkapan tragedi Kanjuruhan, kini dunia sepakbolah tana air kembali dibayangi dengan kekerasan-kekerasan yang kerap terjadi usai jalanya pertandingan.
Sejumlah pemain Arema FC dikabarkan menjadi korban akibat adanya pelemparan bus pemain usai klub Singo Edan ini menghadapi PSS Sleman pada pekan ke-20.
Kejadian serupa menimpa Persis Solo. Bus yang ditumpangi Persis Solo usai menghadapi Persita Tangerang pada pekan ke-21 dilempari batu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Atas tindakan kekerasan yang belakangan ini kerap terjadi, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi pun angkat bicara menjelang laga kontra Persib Bandung.
Dimana, PSIS Semarang yang sudah meraih kemenangan dua kali beruntun ini akan menghadapi Persib Bandung, Selasa 31 Januari 2023 besok.
Yoyok Sukawi selaku pemilik klub PSIS Semarang ini mengaku sangat menyayangkan terjadinya tindakan kekerasan di lingkup sepak bola belakangan ini.
"Saya selaku CEO PSIS menyayangkan apa yang terjadi belakangan ini. Sepak bola harusnya membawa kebahagiaan, persaudaraan, dan sikap saling respect," ujar Yoyok dikutip melalui AntaraNews dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu 29 Januari 2023.
Dengan tegas, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa apa pun bentuk kekerasan yang terjadi baik itu sebelum maupun setelah pertandingan berlangsung tidak bisa dibenarkan.
Untuk itu, pihaknya berharap aga kekerasan di lingkup dunia sepakbola tanah air bisa berakhir agar tidak mengganggu jalannya kompetisi BRI Liga 1 2022/2023. Terlebih, kompetisi baru bisa dilanjutkan setelah lama ditunda akibat tragedi Kanjuruan Oktober 2022 lalu.
Baca Juga: 12 Pesona Neneng Wulandari yang Cantiknya Bikin Salfok di Nikahan Kiky Saputri
"Kami dan tentu semua penikmat sepak bola Indonesia berharap kejadian kekerasan di lingkup sepak bola tidak terjadi kembali," kata Yoyok.
"Ayo datang ke stadion dengan tertib, mendukung dengan tertib, dan pulang dengan tertib. Hapus itu kekerasan supaya jalannya Liga 1 tidak terganggu," lanjutnya.
Yoyok Sukawi pun mendorong agar adanya pertemuan antara pemerintah, PSSI, klub dan supporter dalam hal ini untuk bisa mewujudkan sepakbola Indonesia bermartabat dan penuh kebahagiaan. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor