Suara Denpasar - Penyidik satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Buleleng mendapat sorotan. Hal ini berawal dari beredarnya video di media sosial terkait protes seorang pria berambut sebahu itu.
Pria itu diduga pengacara warga yang melaporkan kasus pengancaman dan pengusiran yang dilakukan oleh oknum pengacara berinisial BU.
"Masyarakat yang menuntut keadilan tidak di BAP oleh tiga orang (oknum penyidik). Menuntut pengembalian uang dia (korban)," terangnya dalam video yang beredar luas di media sosial seperti dikutip denpasar.suara.com, Selasa 7 Februari 2023.
Bahkan, pria itu juga menunjukkan hasil Rontgen bahwa kliennya juga menderita sakit jantung.
Namun, karena ingin mendapat keadilan langsung membuat laporan ke Satreskrim Polres Buleleng. Tapi, pelayanan penyidik membuat mereka kecewa.
Apalagi, jelas dia, ini kasus yang serius. Sebab, dirinya sendiri yang menjadi saksi pengusiran oleh preman dengan membawa senjata tajam saat membela kliennya.
Video itu juga menjadi atensi penggiat sosial Ni Luh Djelantik. Dalam akun Instagramnya, dia mengaku sudah berdiskusi dengan Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika.
"Video tersebut adalah terkait pelaporan yang dilakukan 2 bulan lalu. Pihak kepolisian memerlukan bukti pembayaran dari pihak pelapor untuk dapat menindaklanjuti laporan. Kesalahpahaman terjadi karenabproses pengambilan keteranganndilakukan di ruangan pertemuannbukan di ruang pemeriksaan dan juga kewajiban pelapor mencantumkanbbukti pembayaran dp rumah yangbdilaporkan," tulis dia dalam akun Instagramnya.
"Ruang pertemuan lebih luas dari ruang pemeriksaan dan pihak penyidik menerima pelapor dengan baik dan humanis.
Baca Juga: Tingkatkan Ketertiban Lalu Lintas, Subdit Gasum Dit Samapta Polda Bali Lakukan Patroli Keliling
Semoga informasi ini dapat menjelaskan duduk permasalahan yang terjadi. Kepada pihak yang memvideokan peristiwa ini, mohon bersabar nggih, setiap laporan ada proses yang harus dijalani, salah satunya adalah menunjukkan bukti/bdokumen pembayaran dari masalah yang dilaporkan," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton
-
Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Meriahkan HJB ke 544 dengan Gowes Bareng Bogor Hujan Onthel
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa