/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 07:48 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Antara)

Suara Denpasar – Masa jabatan Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika tersisa 7 bulan. Namun selama 4 tahun lebih menjadi Bupati Purwakarta, patut diakui memang berbagai torehan yang diraih oleh Ambu Anne yang kini sedang menghadapi proses perceraian dengan suaminya Kang Dedi Mulyadi

Dalam pemaparan Ambu Anne ada 4 keberhasilan prestasi yang sudah ditorehkan sebagai orang nomor satu di Kabupaten Tabanan. 

Hal itu disampaikan Ambu Anne ketika agenda Musrenbang 2024 Kecamatan Sukatani yang digelar di Hidden Valley Hills, Kamis, (9/2/2023) seperti dilansir situs resmi Pemkab Purwakarta. 

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purwakarta Meningkat

Ambu Ambu menjelaskan berkaitan dengan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Purwakarta tahun 2019-2022. Sesuai data yang disampai BPS, pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019-2020. 

IPM Purwakarta mengalami peningkatan sebesar 0,15 poin pada tahun 2020, kemudian pada tahun 2021 dan 2022 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,16 poin dan 0,58 poin.

"Dalam kurun waktu tahun 2019 sampai 2022 IPM Kabupaten Purwakarta mengalami peningkatan sebesar rata- rata 0,30 poin per tahun," ujar Ambu Anne. 

2. Angka Kemiskinan Menurun

Ambu Anne tak menampik angka kemiskinan dimasa pandemi Covid-19 meningkat, itu akibat dampak penurunan aktifitas perekonomian yang terkerek. 

Baca Juga: Bali United Wajib Bayar Denda Usai Kontra Persib, Sesuai Regulasi BRI Liga 1 2022/2023

Pengaruhnya jelas mengakibatkan terjadinya beberapa lay off di sektor usaha atau industri, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin sebesar 8.310 jiwa pada kurun waktu tahun 2019-2020. 

Kemudian pada tahun berikutnya masih karena dampak pandemi, jumlah penduduk miskin bertambah sebesar 4.100 jiwa atau sekitar 1.205 KK.

"Namun demikian, pada kurun waktu tahun 2021-2022, karena perkembangan perekonomian semakin membaik, akhirnya angka penduduk miskin menurun sebesar 850 jiwa atau sekitar 208 KK," ungkapnya.

3. Angka Pengangguran 

Angka pengangguran pada masa pandemi Covid-19 tahun 2019-2020, tingkat penganguran terbuka (TPT) mengalami peningkatan dari 9,65 persen menjadi 11,07 persen dan tingkat partispasi angkatan kerja (TPAK) mengalami penurunan dari 63,88 persen menjadi 60,96 persen diindikasikan sebagai dampak berkurangnya aktifitas perekonomian regional pada ketersediaan lapangan kerja sebagai efek makro dari pandemi Covid-19.

"Namun, seiring dengan berkurangnya efek pandemi, pada tahun 2020 TPT menurun menjadi 10,70 persen dan TPAK meningkat menjadi 61,31 persen di tahun 2020. Kemudian di tahun 2022 TPT menurun menjadi 8,75 persen dan TPAK meningkat menjadi 65,21 persen," jelasnya. 

Load More