Suara Denpasar – Kepemimpinan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan Wakil Bupati I Made Edi Wirawan telah memasuki tahun ketiga sejak dilantik 26 Februari 2021.
Namun demikian, selama dua tahun kepemimpinan Bupati Tabanan Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan Wirawan belum mampu menununtaskan janji politik. Khususnya terkait infrastruktur jalan.
Pasalnya, masyarakat Tabanan masih harus iuran untuk memperbaiki jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Salah satu jalan yang harus diperbaiki secara swadaya adalan jalan S. Parman, Desa Banjar Anyar, Kediri Kediri.
Untuk memperbaiki jalan yang berada tepat depan di Perumahan Dinas Rindam IX/Udayana dan juga LPD Banjar Anyar, masyarakat sekitar harus membayar sebesar Rp170 ribu per KK.
Diakui salah seorang warga, jalan tersebut telah berapa kali diusulkan untuk diperbaiki. Namun jawaban pemerintah tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
Warga pun jengah dan memperbaiki jalan secara swadaya dengan menghimpun bantuan dari berbagai pihak termasuk Iuran wajib bagi warga pengguna jalan tersebut.
"Setiap warga wajib bayar iuran Rp170 ribu. Karena untuk perbaiki jalan warga dibebankan Rp30 juta," kata salah seorang warga pengguna jalan tersebut.
Sementara itu, Sanjaya – Wirawan dengan bangga memaparkan keberhasilan dalam 2 tahun kepemimpinannya di di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Senin (27/2/2023).
Baca Juga: MBanking BCA Error, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Salah satu yang disampaikan adalah kembali kembali dibangunnya Patung Wisnu Murti dan memindahkan Patung Bung Karno ke Taman Bung Karno.
Selain itu, juga disampaikan ada 16 penghargaan yang diraih, di antaranya 10 besar predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2022, Opini WTP Tahun 2021, dan predikat WTP selama delapan tahun berturut-turut.
Juga disampaikan ada 23 perda dan 174 perbup yang telah diselesaikan sebagai penguatan terhadap pencapaian visi dan misi Tabanan. Misi pertama adalah mewujudkan masyarakat “Aman”.
Juga diklaim, terjadi peningkatan kualitas jalan kabupaten tahun 2021 dan 2022 sepanjang 103,93 kilometer, dengan pembiayaan Rp235 miliar. Panjang jalan yang belum ditingkatkan masih tersisa 58,53 kilometer atau 6,78 persen.
Pada perencanaan tahun 2023 sudah dianggarkan peningkatan kualitasnya sepanjang 49,82 kilometer, sehingga panjang jalan yang masih tersisa hanya satu persen. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur