/
Rabu, 01 Maret 2023 | 06:10 WIB
Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Bali, Oka Agastya (Kanan) dan Rekan. Foto: Rovin Bou

Suara Denpasar - Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Bali mengemukan penemuan terkait air tanah di Bali yang semakin menipis.

Sebagaimana diketahui, air tanah sendiri adalah semua air yang berada di dalam ruang batuan dasar yang mengalir secara alami ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan. Sumber utama dari air tanah yaitu air hujan yang meresap ke dalam tanah.

Oka Agastya, dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Bali mengatakan penyebab kurangnya air tanah di Bali karena eksploitasi terhadap air tanah yang berlebihan. 

Selain itu, menurut Oka faktor lainnya adalah banyaknya ruang terbuka hijau yang dipakai untuk kepentingan pembangunan

Ditambah lagi apabila pembangunan yang mengabaikan regulasi yaitu pembangunan yang tidak menyediakan resapan air. 

"Banyaknya penggunaan air tanah yang tidak terkontrol secara baik, ditambah banyaknya ruang terbuka hijau yang sudah dipakai untuk membangun. 

Apalagi kalau pembangunan itu tidak sesuai regulasi yang mengharuskan setiap pembangunan menyediakan resapan air. Hal itu tentu menghambat sikulasi air kembali ke cekungan tanah yang menyimpan air," kata Oka Agastya kepada denpasar.suara.com saat ditemui di Taman Baca Kesiman, Selasa (28/2/2023).

Untuk itu, Oka berharap masyarakat Bali agar sebisa mungkin bijaksana dalam menggunakan air tanah. 

Selain itu Oka juga berharap pemerintah Provinsi Bali dapat mengontrol pembangunan. Kalau pun harus membangun kata dia, maka harus dipastikan memiliki resapan agar air bisa kembali ke cekungan.

Baca Juga: NET Goes to Campus, Memberi Literasi Mahasiswa tentang Media Penyiaran di Era Digital

"Dibutuhkan kesadaran kita bersama agar dapat menggunakan air secara bijaksana. Dan bagi pemerintah sebagai pemangku kebijakan agar dapat mengontrol pembangunan, jangan sampai fokus membangun tapi lupa melindungi air tanah," tutupnya. (*/Dinda)

Load More