/
Kamis, 02 Maret 2023 | 15:51 WIB
Indra Bekti Digugat Sang Istri, Simak Kapan Waktu yang Tepat untuk Bercerai ((Pexels / RODNAE Productions))

Suara Denpasar – Berita perceraian Indra Bekti dan Aldila Jelita cukup mengejutkan publik. Pasalnya, Indra Bekti yang dalam masa penyembuhan setelah operasi yang ia jalani.

Namun, perceraian dapat terjadi dengan berbagai faktor eksternal atau bahkan internal. Faktor eksternal seperti, pekerjaan baru, pindah ke luar negeri, atau kehadiran anak dalam keluarga dapat menciptakan terlalu banyak ketegangan yang tidak dapat ditanggung bersama. Hingga akhirnya, pernikahan mengarah pada titik yang tidak dapat diperbaiki.

Jika merasa pernikahan telah mengarah pada titik yang tidak dapat diperbaiki, boleh jadi perceraian adalah pilihan yang masuk akal. Karena, memaksakan diri untuk tetap berada dalam pernikahan yang tidak bahagia mungkin bukan jawaban yang benar.

Mengutip dari poptren.suara.com dari Brides, Psikolog Australia, Noosha Mehmanli Anzab, memberikan panduan secara rinci waktu yang tepat untuk memutuskan pernikahan dan bercerai. Apa saja itu? Simak ulasannya.

1. Saat hal sepele menjadi sumber keributan

Anzab mengatakan bahwa gangguan kecil atau sepele dalam  semua aspek kehidupan dapat memicu kemarahan dan kekesalan. Hal ini memang dialami semua orang dan lazimnya akan terselesaikan dengan sendirinya atau mungkin akan diabaikan.

Namun, masalah sepele yang membuat depresi atau stress,  serta tidak menemukan jalan keluar adalah masalah besar dalam pernikahan.

2. Tujuan hidup tak lagi sejalan

Saat kita mencintai seseorang, kita akan berusaha untuk bersikap fleksibel, terutama dalam hal mengakomodasi pasangan. Tetapi terkadang dalam satu titik kamu harus sering mengalah dari apa yang kamu mau.

Baca Juga: CEK FAKTA: Hamili Sarah Menzel, Azriel Dituntut Menikah, Ashanty Shock, Benarkah?

Jika pasangan terlalu egois dan lebih mementingkan dirinya pendapatnya sendiri, tidak ada negosiasi atau kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak, tentu ini kan jadi masalah. Terlebih, jika ada ungkapan-ungkapan bahwa tujuan hidup kalian tidak lagi sama.

3. Ketika pekerjaan menjadi prioritas

Pemicu stress eksternal pada pernikahan umumnya adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Seperti, keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi atau kesulitan keuangan.

"Stresor eksternal dapat merembet ke dalam kehidupan dan hubungan pribadi kita. Ketika kita merasa tidak didukung, kita merasa ditolak, terisolasi, diabaikan, tidak layak, atau bahkan tidak dicintai." kata Anzab.

Perasaan-perasaan tersebut pasti akan menimbulkan ketegangan dan stres pada hubungan. Jika, kalian merasa bahwa pasangan lebih memprioritaskan karirnya ketimbang pernikahan, maka bicarakanlah hal ini dengannya dan sampaikan perasaan kalian.

Namun, jika tidak ada perubahan setelah beberapa waktu berlalu, lakukan saja apa yang terbaik untuk kalian dan harga dirimu.

Load More