Suara Denpasar – Sikap brutal yang dilakukan Mario Dandy kepada David Ozora kini berbuntut panjang. Pasalnya, remaja 17 tahun itu dianiaya oleh anak mantan pejabat pajak Jakarta selatan hingga koma.
Kini banyak pihak yang mempertanyakan perihal pola asuh keluarga yang membuat Mario tega melakukan hal sadis tersebut. Mengingat keluarga memiliki kontribusi besar dalam membentuk individu.
Menanggapi hal tersebut, seorang Pakar Parenting Haniva Hasnah mengatakan bahwa dalam ilmu pengasuhan, terdapat empat sisi untuk mempelajari sikap sadis yang dilakukan Mario.
“Kalau dihubungkan dengan pola pengasuhan, harusnya anak belajar dari orangtua. Tapi ternyata sekarang anak itu belajarnya dari empat sisi,” tutur Haniva dalam diskusi penyebab tingkah laku sadis Mario Dandy di acara Perempuan Bicara, dikutip dari kanal YouTube tvOne, Minggu (5/3/2023).
Dia menjelaskan bahwa sisi pertama terlihat dari pola pengasuhan orangtua.
Menurutnya, sikap sadis tersebut tidak akan akan tumbuh apabila orang tua menerapkan kedisiplinan terhadap seorang anak.
“Ketika anak tidak diberikan kedisiplinan, anak akan merasa longgar. Misal bapaknya sudah memberikan kedisiplinan, tapi ibunya melakukan pembelaan. Sehingga dia akan merasa kalau dapat aturan dari sini, bisa ditawar dari sebelah sini. Ini akan membuat anak tidak bisa mengikuti aturan dari rumah,” tuturnya.
Sisi kedua menurut Pakar Parenting itu ialah peran dari sekolah yang mampu membuat semua siswanya memiliki karakter yang baik.
Selanjutnya adalah peran dari peer group atau teman sebaya. Pasalnya, saat anak memasuki usia remaja, mereka cenderung akan membandingkan diri dengan aturan teman-teman sejawatnya.
Baca Juga: Gegara Ini Indra Bekti Tiba-tiba Mleyot, Irfan Hakim dan Raffi Ahmad Langsung Panik
“Ketika masuk usia remaja, aturan dari orang tuanya akan dibenturkan dengan aturan teman-temannya. Misal ‘di keluargaku seperti ini, di temanku enggak’. Akhirnya mereka mencari aturan yang paling longgar dan paling menguntungkan mereka,” kata Haniva.
Selain ketiga pola tersebut, sisi terakhir yang dianggap paling penting ialah berbagai media yang mengandung kekerasan, seperti tayangan media sosial, film dan sebagainya. Dari sanalah anak banyak belajar hal-hal yang ingin dirinya ketahui.
Haniva menjelaskan jika proses belajar tersebut tidak diiringi dengan pengendalian diri, maka ia akan mudah terpancing.
Alhasil, remaja tersebut menjadi tidak bisa berpikir dalam memilih dan memutuskan, maupun mengambil konsekuensi atas tindakannya.
“Jadi ketika dia pikirannya seolah-olah menjadi korban, dia berpikir ‘aku harus menampilkan kearogansianku kepada dunia bahwa aku mampu melindungi wanitaku’. Kemudian setelah berpikir, dia pilih dengan cara kekerasan,” ujarnya.
Pakar Parenting itu menilai bahwa tingkah laku sadis Mario Dandy tidak terlepas dari keberadaan status sosialnya yang berada pada kedudukan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Cari Tablet Murah yang Bisa Telepon? 4 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card 2026 yang Layak Dipinang
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan