- Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, mendukung WFH pasca-Lebaran untuk menghemat konsumsi BBM nasional akibat kenaikan harga minyak dunia.
- Presiden Prabowo Subianto mendorong WFH pada 13 Maret 2026 untuk penghematan energi, berlaku bagi ASN dan diimbau bagi sektor swasta.
- Kebijakan WFH sehari sepekan bertujuan efisiensi energi sekaligus mendorong aktivitas rumah tangga tanpa melambatkan sektor industri penting.
Suara.com - Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan work from home (WFH) pasca-Lebaran, yang bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” ujar Eddy dilansir dari laman Antara, Senin (23/3/2026).
Eddy menambahkan, jika anak-anak sekolah juga termasuk dalam kebijakan tersebut, mobilitas masyarakat akan semakin berkurang, sehingga potensi penghematan BBM nasional akan lebih besar.
Namun, Eddy menekankan pentingnya menjaga agar roda perekonomian tetap bergerak meski ada kebijakan WFH.
“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” tambahnya.
Langkah Pemerintah Mendukung WFH
Kebijakan WFH pasca-Lebaran sebelumnya didorong dalam sidang kabinet di Istana Negara pada 13 Maret 2026, di mana Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penghematan BBM di tengah krisis energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan WFH akan diterapkan mulai pasca-Lebaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan diimbau pula bagi sektor swasta, dengan ketentuan satu hari dalam sepekan.
“Penerapan WFH ini dilakukan sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia,” jelas Airlangga.
Baca Juga: Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menambahkan, kebijakan WFH sehari seminggu dapat memberikan efisiensi energi signifikan, khususnya penghematan BBM, sekaligus menjaga keseimbangan fleksibilitas kerja dan produktivitas.
“Jika WFH diberlakukan misalnya pada hari Jumat, maka tercipta akhir pekan panjang, Jumat–Sabtu–Minggu, yang mendorong aktivitas rumah tangga dan memberikan dorongan kecil bagi sektor pariwisata,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Energi
Kebijakan WFH pasca-Lebaran diproyeksikan membantu mengurangi konsumsi BBM secara nasional sekaligus meminimalkan kemacetan arus balik Lebaran.
Selain itu, kombinasi hari WFH dan akhir pekan panjang diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal tanpa mengorbankan produktivitas sektor industri dan manufaktur.
Berita Terkait
-
Pertamina dan Wamen ESDM Tinjau Fuel Terminal Padalarang, Pastikan BBM Aman pada Idulfitri 2026
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret
-
Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode
-
Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis