Suara Denpasar - Tagar solidaritas untuk Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti kembali ramai di sosial media, Senin, 6/3/2023.
Tagar solidaritas untuk Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti itu awalnya timbul atas dugaan kasus pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inventasi Luhut Binsar Panjaitan. Namun kini kasusnya memasuki babak baru.
"Kasus kriminalisasi dan pembungkaman ekspresi Fatia-Haris kini terus berlanjut setelah digantungkan oleh Kepolisian selama kurang lebih satu tahun," tulis keterangan Kontras, dilansir Suara Denpasar dari rilis mereka, Senin, 6/3/2023.
"Fatia-Haris hanyalah satu kasus dari puluhan kasus pidana ekspresi dgn UU ITE. Perburuan terhadap ekspresi jg terjadi pd warga yg membuat mural, membentangkan poster & konten lainnya. Hal ini memperlihatkan bahwa ambisi pemerintah hanya utk menghabisi ekspresi warga negara," lanjut keterangan tersebut.
Sebagai informasi bahwa jauh sebelumnya, Polisi secara resmi telah menetapkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan.
Semuanya bermula pada bulan Agustus 2021. Saat itu, Fatia Maulidiyanti blak-blakan mengungkapkan kebenaran dalam channel Youtube Haris Azhar yang berkepala "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada!!."
Apa yang diungkapkan Fatia Maulidiyanti itu sebenarnya didasarkan pada temuan koalisi masyarakat sipil, yang membedah adanya indikasi kepentingan ekonomi dalam serangkaian operasi militer ilegal di Intan Jaya, Papua.
Riset tersebut dilakukan oleh Walhi, Jatam Nasional, YLBHI, Yayasan Pusaka, LBH Papua, WALHI Papua, Kontras, Greenpeace, Bersihkan Indonesia, dan juga Trend Asia.
Kajian tersebut mengupas industri ekstraktif tambang dengan menggunakan perspektif ekonomi-politik.
Namun ironis, Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar kemudian disomasi oleh kuasa hukum Luhut Binsar Panjaitan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Siap Lawan Luhut Meski Yakin Kalah di Sidang, Haris Azhar: Tak Ada Ruang Bagi Rakyat Biasa Bisa Menang
-
Kasus 'Lord Luhut' Segera Disidang, Polda Metro Jaya Serahkan Tersangka Haris Azhar dan Fatia ke Kejari Jakarta Timur
-
Deretan Fakta Babak Baru Kasus 'Lord Luhut' yang Akan Masuk Persidangan
-
Miris, Pembubaran Ibadah di Lampung, Sebulan Usai Jokowi Arahkan Kepala Desa, KontraS: Jamin Hak Beribadah
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Sirine Kota Palembang Bunyi Lagi, Apa Maknanya dan Apa Fungsinya Sekarang?
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
5 Parfum Halal untuk Salat Tarawih, Bikin Ibadah Makin Nyaman di Bulan Ramadan
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan