Suara Denpasar - Belakangan, marak pemberitaan mengenai perilaku pamer kekayaan. Dari mulai Mario Dandy, hingga anak Kepala Bea Cukai Makassar.
Ironisnya, hal tersebut dilakukan di tengah ketimpangan yang kian lebar di masyarakat. Bahkan apa yang dilakukan Mario Dandy merembet ke berbagai persoalan turunan lainnya.
Namun, apa yang menyebabkan Mario Dandy beserta orang-orang lain, gemar memamerkan kekayaan?
Sifat memamerkan kekayaan ala Mario Dandy itu mencoba dijawab oleh Novi Poesoita Candra, yang berlatar belakang akademisi Psikologi dari Universitas Gajah Mada (UGM).
Novi Poespita Candra menjelaskan bahwa kebiasaan orang yang memamerkan kekayaan -sebagaimana Mario Dandy- cenderung memiliki perasaan jiwa yang sedang tidak baik saja dalam kesehariannya.
"Orang yang senang hidup bermewah-mewahan menganut hedonism, yaitu hidup mengejar pleasure atau kesenangan. Hedonism ini muncul karena biasanya ingin mengurangi rasa sakit (pain) dalam jiwanya misal rasa kelelahan jiwa, kehilangan makna hidup, rasa bersalah dan lain-lain yang muncul," kata Novi, dilansir dari Antara, Kamis, 9/3/2023.
Lebih lanjut, menurut Novi, orang dengan rutinitas gaya hidup bermewah-mewahan, akan semakin melekat ketika menemukan lingkungan yang sesuai.
"Jadi, selain gaya hidup karena cara berpikir, maka lingkungan dia yang 'sama' membuat perilaku hedonism ini semakin menguat. Dalam teori behavioristik, adanya reinforcement positif dari lingkungan akan memperkuat sebuah perilaku," katanya lagi.
Sebagai tambahan informasi, bahwa untuk menyembuhkan sifat tersebut, menurut Novi, terdapat empat hormon yang harus dihidupkan agar mendapatkan jiwa yang bahagia dalam rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Genap 34 Tahun, Berikut 5 Rekomendasi Lagu Populer Taeyeon SNSD
Empat hormon tersebut adalah dopamine yang bertujuan meneruskan langkah positif untuk meraih pencapaian yang diimpikan dalam hidup.
Adapun hormon yang dapat membuat orang lebih bahagia, adalah oksitosin yang berguna untuk menghadirkan rasa cinta, kasih sayang, empatik dan juga rasa penerimaan yang tulus.
Lalu kemudian terdapat pula hormon serotonin yang akan menghidupkan rasa bermakna dan bermanfaat bagi orang lain seperti kegiatan sosial, voluntary dan lain sebagainya.
Untuk melengkapinya, orang-orang juga butuh dengan hormon endorphin atau sebuah kegembiraan yang lepas.
"Nah jika ada yang kurang dari yang di atas, maka tidak tercipta kebahagiaan. Maka ia akan sakit jiwanya dan mereka harus mengejar kesenangan dengan hedonism, yang sering orang awam sebut kebahagiaan semu," pungkasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Sosok Andhi Pramono, Kepala Bea Cukai Bergelar Doktor Termuda Berprestasi yang Punya Harta Tak Wajar
-
Profil Christofer Dhyaksadarma, Kakak Mario Dandy yang Ngaku Takut Miskin
-
Fakta-Fakta Mengejutkan Andhi Pramono Kepala Bea Cukai Makassar
-
Viral Bak Pahlawan! Berawal dari Mario Dandy dan Agnes hingga Tercium Transaksi Rp300 T Kemenkeu
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius