Suara Denpasar - Ridwan Kamil memiliki rencana agar Bandung memiliki transportasi massal berupa LRT sejak tahun 2017.
Ridwan bahkan sempat nge tweet di akun Twitternya.
"Warga Bandung, hasil rapat dg kementrian perhubungan, Insya Allah dalam 2-3 bulan, akan segera dimulai konstruksi jalur LRT Metro Kapsul," tulis akun @ridwankamil pada (10/3/2017).
Saat itu Ridwan Kamil menjadi Wali Kota Bandung. Namun pada 2018, Ridwan Kamil menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Enam tahun berselang, proyek LRT ini belum menunjukkan wujud nyatanya. Hanya muncul prototipe LRT Metro Kapsul di alun-alun Kota Bandung yang dijadikan background foto.
Saking lamanya, seorang selebtwit membahas proyek transportasi massal ini.
"Gak apa2 gak jadi juga. Alhamdulillah rakyat kota Bandung dapet yang lebih berharga, mesjid mevvah dan megah. Kalo sudah ada transportasi ke surga, untuk apa transportasi duniawi??" tulis akun Twitter @rasjawa pada (15/3/2023).
Postingan ini mengacu pada prototipe yang kini mangkrak karena proyek LRT tak kunjung bergerak.
Seakan mengangkat kekecewaan warganet yang lain, postingan ini telah ditonton 120 ribu, disukai 1456 dan di retweet 650 warganet.
Baca Juga: Gereja Jadi Target Bom, Deddy Corbuzier: Tidak Usah, Izin Bangunan Saja Sudah Susah!
"Mas Pur kenapa pesimis sekali? Hal-hal baik itu perlu didukung. Niat baik itu perlu dikawal. Warga harus diedukasi bahwa transportasi yg baik akan menunjang mobilitas warga dan memajukan kotanya." ujar @@rajapeanutbuter.
"subhanalloh, baru terpikirkan, makin kebayang berapa banyak pahala untuk panjangnya perjalanan menuju masjid mevvah untuk tarawih pertama nanti. pasti sampai di masjid kebanggaan di malem takbiran. sungguh tak terbayangkan nalar sehat. subhanalloh," kata @@musrenban666.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026