Suara Denpasar - Marko Simic pernah menjadi pemain andalan Persija Jakarta sejak bergabung pada tahun 2017 lalu. Sayangnya, kemitraan mereka berujung ke meja hijau.
Seperti yang diketahui, Marko Simic memutus kontraknya bersama Persija secara sepihak karena masalah pemotongan gaji saat pandemi COVID-19. Dia pun memperjuangkan haknya dengan membawa masalah ini ke FIFA.
Gugatan Marko Simic akhirnya dimenangkan oleh FIFA. Hal ini diketahui dari dokumen resmi FIFA dengan nomor surat REF FPSD-5911.
Dalam lembar putusan tersebut, Macan Kemayoran harus membayar tunggakan gaji Marko Simic periode Mei 2020 hingga April 2022 senilai Rp7 miliar. Ini meliputi gaji, bonus hingga bunga yang bernilai lima persen.
Tim kesayangan Jakmania ini diberi batas waktu hingga 45 hari setelah putusan dikeluarkan. Jika tidak melunasi tunggakan tersebut, Persija kemungkinan akan menerima sanksi dari FIFA.
Polemik ini menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Hardika Aji selaku CEO selaku Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Dia meminta Persija untuk menghormati putusan tersebut.
"Putusan hukum harus dijalankan dan dipatuhi. Ini semakin menandakan bahwa pemotongan/penyesuaian gaji tidak dapat sepihak, harus ada kesepakatan kedua belah pihak," kata Hardika seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (16/3/2023).
Dia melanjutkan, "Padahal saat itu ada SK PSSI dan dalam situasi covid (force majeure)."
Masalah ini sendiri diungkap Marko Simic melalui Instagram pada 26 April 2022. Kala itu dia mengaku bahwa gajinya selama setahun tak dibayarkan oleh Persija.
Baca Juga: Cak Imin Ungkap PKB Emoh Usung Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024
"Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji selama satu tahun," ujar Marko Simic dilansir dari akun Instagramnya, @markosimic_77, Kamis (16/3/2023).
Persija sempat membantah curhatan Marko Simic dengan mengatakan bahwa ada ketidakcocokan dalam negosiasi gaji karena pandemi COVID-19.
Namun Marko Simic tak terima dengan penjelasan tersebut hingga akhirnya membawa masalah ini ke FIFA.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam