Suara Denpasar - Sekitar 50 orang dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali menggelar aksi untuk menyampaikan 17 tuntutan.
Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali, Hery Maega mengatakan aksi mereka dihadang secara brutal oleh ormas saat mereka sedang melupakan long mars menuju lokasi aksi.
Padahal aksi tersebut menurut dia telah sesuai prosedur karena telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian 3 hari sebelumnya.
"Kami dihadang oleh ormas PGN (Patriot Garda Nusantara) di Gang Teknik (lorong belakang kampus Unud) dan dipukul oleh mereka. Ada 10 mahasiswa Papua yang mengalami luka lemparan batu, ada yang dipukul pakai kayu dan kami disiram pakai air yang sudah dicampur dengan cabe," kata dia kepada Suara Denpasar, Sabtu (1/4/2023).
Hery Maega yang juga sebagai korlap (Koordinator Lapangan) aksi menjelaskan, tidak hanya dipukul mundur, sejumlah atribut aksi pun dirampas dan dirobek. Karena situasi tersebut, pihaknya kembali ke titik kumpul
"Saya arahkan teman-teman untuk kembali ke titik kumpul karena terus dilempar dan disiram, beberapa poster dirusak oleh ormas PGN, tali komando dan spanduk dirampas, peti simbolik HAM dan demokrasi juga disobek," lanjutnya.
Karena situasi yang tidak kondusif pihaknya membacakan 17 tuntutan tersebut hanya dari asrama putri mahasiswa Papua.
Berikut 17 pernyataan sikap aksi damai Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali.
1. Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Bangsa West Papua.
2. Cabut Undang-Undang Otonomi Khusus Jilid II dan hentikan rencana dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di West Papua.
3. Buka akses jurnalis asing dan nasional seluas-luasnya di West Papua.
4. Tarik militer organik dan non-organik dari West Papua.
5. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap mahasiswa West Papua yang tersebar di seluruh Indonesia.
6. Bebaskan Victor Yeimo, Melkias KY, serta seluruh tahanan politik West Papua tanpa syarat.
7. Tutup PT Freeport, LNG, BP Tangguh serta tolak operasi Blok Wabu di Intan Jaya, dan PT Antam di Pegunungan Bintang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis