Suara Denpasar - Ganjar Pranowo disebut sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas pencabutan status Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20.
Pasalnya, dia cukup lantang menyuarakan penolakannya terhadap keikutsertaan Timnas Israel sebagai salah satu peserta turnamen.
Isu ini akhirnya menjadi sorotan banyak pihak, tak terkecuali Najwa Shihab yang dikenal sebagai salah satu jurnalis hebat di Tanah Air.
Melalui Instagram pribadinya, Najwa Shihab mengumumkan telah melakukan wawancara eksklusif dengan Ganjar untuk membahas pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Ia mencecar Ganjar dengan sejumlah "pertanyaan mematikan", termasuk yang berkaitan dengan partai yang menaunginya, PDIP dan Megawati Soekarnoputri.
"Anda disebut sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya digelar Piala Dunia di Indonesia," ujar Najwa Shihab sebagaimana dikutip dari akun @najwashihab, Minggu (2/4/2023).
Wanita yang akrab disapa Mbak Nana ini kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan berani kepada Ganjar.
Seperti, "Anda merasa bersalah tidak, Mas? Jadi, iya ini perintah partai? Ini perintah Ibu Mega? Anda menyesal mengeluarkan statement itu, Mas?"
"Tapi, kalau meminta maaf berarti iya, Mas Ganjar-lah yang menghancurkan mimpi mereka untuk main U-20?" sambung wanita 45 tahun tersebut.
Selama ditanya, Ganjar terus menunjukkan ekspresi datar tanpa senyum sedikit pun. Matanya juga terlihat berkaca-kaca seolah dipenuhi dengan penyesalan.
Sayangnya, jawaban Ganjar untuk pertanyaan-pertanyaan di atas masih dirahasiakan. Sebab jadwal tayang Mata Najwa episode "Eksklusif: Ganjar Pranowo dan Piala Dunia" masih belum diumumkan.
Sementara itu, Piala Dunia U-20 di Indonesia sejatinya digelar pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang.
Persiapan untuk event akbar ini telah dilakukan sejak 2019, dan para pemain hanya perlu menunggu dua bulan sebelum mentas di ajang bergengsi tersebut.
Karena itulah banyak yang kecewa saat FIFA tiba-tiba mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.(*)
Berita Terkait
-
Jokowi Puji Shin Tae Yong Usai Timnas U-20 Gagal Main di Piala Dunia, Sebut Ada Perbaikan Mendasar
-
Piala Dunia U-20 Batal Buntut Penolakan Ganjar Pranowo, Berikut Tanggapan Netizen
-
Ganjar Pranowo Bisa Diancam Pidana Akibat Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
-
Batal Gelar Piala Dunia U20, Ganjar Pranowo: 'Masih Banyak Ajang'
-
Suporter Bola Siap Balas Dendam ke Ganjar Pranowo dengan Cara Ini, Buntut Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kemampuan Bahasa Inggris Indonesia Masih Rendah, Tertinggal di Peringkat 80 Dunia
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah
-
KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo
-
Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
-
Daftar Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Hingga 2026, Jarang Diketahui Publik
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Harry Kane Diambang Pecahkan Rekor David Beckham Jelang Inggris vs Ghana
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah