Suara Denpasar - Para pemimpin di seluruh dunia mengutuk serangan brutal pasukan Israel terhadap jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Rabu (5/4/2023) dini hari.
Mulanya, sejumlah pasukan Israel, dengan senjata lengkap, memasuki masjid Al-Aqsa di saat hampir 20.000 jemaah Palestina masih melakukan shalat Tarawih.
Serangan brutal pasukan Israel itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada Selasa malam, puluhan pasukan Israel juga menyerbu jamaah Palestina di Al-Aqsa.
Mereka (pasukan Israel) menyerang dengan menggunakan granat kejut, dan menembakkan gas air mata ke ruang sholat Qibli -bangunan dengan kubah perak.
"Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa peluru baja berlapis karet juga ditembakkan pasukan Israel," tulis laporan Middle East Eye, dilansir Kamis, (6/4/2023).
Menanggapi kebrutalan pasukan Israel itu, Gedung Putih mengatakan sangat prihatin dengan kekerasan yang terus berlanjut, dan mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
"Lebih penting dari sebelumnya, bahwa Israel dan Palestina harus bekerja sama untuk meredakan ketegangan ini dan memulihkan rasa tenang," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan.
Sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia terkejut oleh sejumlah foto-foto yang viral, foto itu memperlihatkan pasukan Israel sedang memukuli orang-orang di dalam masjid Al-Aqsa.
Video dari dalam masjid juga menunjukkan pasukan Israel berulang kali memukul orang dengan pentungan, bahkan saat mereka telah tergeletak di lantai. Sementara teriakan minta tolong dari perempuan dan anak-anak terdengar di latar video yang viral itu.
Baca Juga: Sungguh Tega, Tentara Israel Bunuh Warga Palestina di Depan Masjid Al-Aqsa
Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang memimpin negaranya kembali menjalin bekerja sama dengan Israel, turut marah atas peristiwa ini.
"Menginjak-injak Masjid Al-Aqsa adalah garis merah kami," ungkapnya.
Lalu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pemerintahnya sangat prihatin dengan retorika yang keluar dari pemerintah Israel.
“Kita perlu melihat pendekatan pemerintah Israel bergeser,” kata Trudeau.
“Kita juga perlu menemukan cara untuk mencegah kekerasan, dan orang-orang harus hidup dalam damai dan kemakmuran di wilayah tersebut.”
Kemudian Liga Arab mengatakan bahwa tindakan Israel berisiko memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah.
"Pendekatan ekstremis yang mengendalikan kebijakan pemerintah Israel, akan mengarah pada konfrontasi yang meluas dengan Palestina jika mereka tidak diakhiri," kata Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan