Suara Denpasar - Kabar mengejutkan datang dari Marko Simic, dirinya dikabarkan ingin menghancurkan Persija, klub yang telah dibelanya sejak lama.
Bukan hanya itu, bahkan dikabarkan pula bahwa striker tersebut sampai tuntut 20 miliar ke FIFA. Benarkah?
Kabar itu diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (6/4/2023)
Kabar teraebut diunggah dalam bentuk video berjudul 'Dendam Memanas! Simic ingin hancurkan Persija, Tak Puas Ajukan Lagi Tuntut Puluhan Miliar ke CAS'.
Kemudian, pada thumbnail video juga dituliskan 'Balas Dendam Karena Sudah Terlanjur Sakit Hati, Simic Tuntut Lagi Persija 20 Miliar ke FIFA'.
Video itu berdurasi 2 menit 7 detik dan sudah disaksikan sebanyak 21 ribu kali sejak diunggah pada (29/3/2023).
Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran terkait berita tersebut guna mendapatkan fakta sebenarnya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu menyampaikam bahwa ada konflik antara Persija dan Marko Simic, dikabarkan bahwa klub Macan Kemayoran itu tidak akan membayar ganti rugi.
Baca Juga: FIFA Turun Tangan, Persija Dituntut Bayar Tunggakan Gaji Marko Simic hingga Miliaran Rupiah!
Akan tetapi tidak dijelaskan dan ditunjukan bukti bahwa Marko Simic ingin hancurkan Persija sampai tuntut 20 miliar ke FIFA, tidak ada juga sumber yang kredibel.
Faktanya, dilansir dari semarang.suara.com, konflik antara keduanya telah selesai dimenangkan oleh sang penggugat, diketahui bahwa Marko Simic telah menang gugatan di FIFA, sehingga Persija Jakarta diharuskan membayar denda sebesar Rp. 7 miliar.
Berikut ini link berita tersebut:
https://semarang.suara.com/read/2023/03/16/144120/marko-simic-menang-gugatan-persija-harus-bayar-rp-7-miliar
Akan tetapi tidak ditemukan kebenaran kabar Marko Simic ingin hancurkan persija hingga tuntun lagi 20 miliar, faktanya ia hanya menuntut hak gaji yang seharusnya ia dapatkan, bukan ingin menghancurkan klub tersebut.
Seperti yang disampaikan Marko Simic dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun instagramnya, berikut ini potongan isi surat yang membuktikan bahwa dirinya hanya meminta hak, tidak berniat menghancurkan.
"Dengan berat hati saya mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karema klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun," tulisnya dalam surat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan