Suara Denpasar - Google telah bekerja sama dengan United States Geology System (USGS), dan beberapa akademisi di beberapa universitas di California, untuk mengembangkan sistem yang dapat memberikan peringatan gempa dini beberapa detik sebelum terjadi.
Melansir dari BBC.com, awalnya, sistem pendeteksi gempa ini mengandalkan jaringan 700 seismometer (alat pendeteksi gempa bumi) yang dipasang si seluruh negara bagian Amerika oleh para seismolog di USGS.
Namun, Google juga telah menciptakan jaringan deteksi gempa terbesar di dunia melalui telepon yang dimiliki oleh masyarakat umum.
Sebagian besar ponsel pintar yang menjalankan sistem operasi Google Android memiliki akselerometer, yaitu sirkuit yang dapat mendeteksi perpindahan ponsel.
Akselerometer biasanya digunakan pada ponsel pintar untuk menyesuaikan tampilan dari mode potret ke mode lanskap saat ponsel dimiringkan.
Karena tingkat sensitivitasnya yang tinggi, akselerometer pada ponsel pintar juga dapat berfungsi sebagai seismometer mini.
Dengan menggabungkan data dari ribuan atau bahkan jutaan ponsel, sistem dapat mengetahui apakah sedang terjadi gempa bumi dan di mana.
Sistem ini kemudian dapat mengirimkan peringatan dini ke ponsel di area di mana gelombang seismik akan terjadi.
Walaupun peringatan yang diberikan mungkin hanya berselisih beberapa detik sebelum gempa terjadi, namun hal ini dapat memberikan cukup waktu bagi para pengguna untuk mencari tempat perlindungan.
Baca Juga: Menyayangkan Heru Budi Tak Gelar Salat Id di JIS Seperti Anies, PKS: Harusnya Tanya Masyarakat Dulu
Beberpa detik ini juga dapat memberikan dampak signifikan dalam sistem transportasi seperti kereta api dan pesawat terbang untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Sistem pendeteksi gempa ini kemungkinan dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika terjadi gempa bumi yang besar. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Teknologi Digital Saat Ini Sangat Dibutuhkan Untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis
-
Biografi Lasminingrat, Tokoh Sunda Pejuang Emansipasi Wanita Jadi Google Doodle Hari Ini
-
Siapa Lasminingrat yang Jadi Google Doodle Hari Ini? Intip 5 Faktanya
-
Google Doodle Hari Ini Tampilkan Lasminingrat, Siapa Dia?
-
Lasminingrat, Tokoh Intelektual Wanita yang Menjadi Google Doodle Hari ini
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
-
Harga BBM Turun, Pengguna Pertamax di Palembang: Turunnya Dikit, Lumayan Lah!
-
Anggaran Lampu Jalan Palembang Melonjak dari Rp11 Miliar ke Rp140 Miliar, Ada Apa?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu