Bisnis / Ekopol
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:43 WIB
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani berharap perjanjian dagang dengan AS yang diteken sekitar 19 Februari 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan menguntungkan sektor padat karya. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Apindo berharap kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo dan Donald Trump menghasilkan tarif lebih rendah untuk industri padat karya.
  • Presiden Prabowo dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada 19 Februari untuk menandatangani kesepakatan tarif resiprokal.
  • APINDO akan menyelenggarakan *business summit* di Washington D.C. bersama 20 asosiasi industri terkait perdagangan.

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani berharap kesepakatan dagang yang akan diteken Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghasilkan tarif lebih rendah untuk industri padat karya.

Prabowo dijadwalkan berangkat ke AS pada pekan depan, tepatnya pada 19 Februari. Dalam kesempatan itu Prabowo direncanakan menandatangi kesepakatan dengan Trump.

"Harapan kami semoga perjanjian dagang tarifnya bisa diselesaikan dengan baik, semoga bisa bermanfaat buat kami terutama yang hubungannya dengan tarif-tarif. Kita masih mengharapkan sektor-sektor padat karya bisa mendapatkan tarif yang lebih baik," kata Shinta saat ditemui wartawan usai menghadiri pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Kamis (12/2/2026).

Dia juga mengungkap bersamaan dengan akan berangkatnya Prabowo ke AS, Apindo juga akan menggelar business summit.

"Kita kan minggu depan akan ada acara di Amerika, di Washington D.C., dalam rangka Presiden juga nanti akan ke sana, kita akan buat business summit di sana," kata Shinta.

Dalam agenda business summit tersebut, APINDO akan memboyong sejumlah asosiasi dari berbagai sektor yang berkaitan dengan kepentingan dagang AS. Jumlahnya, kata Shinta mencapai 20 asosiasi.

"Seperti kedelai, terigu, kemudian jagung dan lain-lain. Nah jadi yang ada kepentingan itu juga dari industrinya, eksportirnya seperti tekstil garmen, sepatu, mebel, kemudian ada dari kelapa sawit. Jadi ada bermacam-macam," ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo akan berangkat untuk menghadiri undangan dari Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari.

"Disampaikan bahwa bapak presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump

Kendati segera ditandatangani, Airlangga belum memastikan besaran final tarif dagang yang menjadi kesepakatan kedua negara. Ia hanya menyinggung pemberlakuan tarif yang sebelumnya turun dari 32 persen ke 19 persen.

"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," kata Airlangga.

Load More