- Apindo berharap kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo dan Donald Trump menghasilkan tarif lebih rendah untuk industri padat karya.
- Presiden Prabowo dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada 19 Februari untuk menandatangani kesepakatan tarif resiprokal.
- APINDO akan menyelenggarakan *business summit* di Washington D.C. bersama 20 asosiasi industri terkait perdagangan.
Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani berharap kesepakatan dagang yang akan diteken Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghasilkan tarif lebih rendah untuk industri padat karya.
Prabowo dijadwalkan berangkat ke AS pada pekan depan, tepatnya pada 19 Februari. Dalam kesempatan itu Prabowo direncanakan menandatangi kesepakatan dengan Trump.
"Harapan kami semoga perjanjian dagang tarifnya bisa diselesaikan dengan baik, semoga bisa bermanfaat buat kami terutama yang hubungannya dengan tarif-tarif. Kita masih mengharapkan sektor-sektor padat karya bisa mendapatkan tarif yang lebih baik," kata Shinta saat ditemui wartawan usai menghadiri pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Kamis (12/2/2026).
Dia juga mengungkap bersamaan dengan akan berangkatnya Prabowo ke AS, Apindo juga akan menggelar business summit.
"Kita kan minggu depan akan ada acara di Amerika, di Washington D.C., dalam rangka Presiden juga nanti akan ke sana, kita akan buat business summit di sana," kata Shinta.
Dalam agenda business summit tersebut, APINDO akan memboyong sejumlah asosiasi dari berbagai sektor yang berkaitan dengan kepentingan dagang AS. Jumlahnya, kata Shinta mencapai 20 asosiasi.
"Seperti kedelai, terigu, kemudian jagung dan lain-lain. Nah jadi yang ada kepentingan itu juga dari industrinya, eksportirnya seperti tekstil garmen, sepatu, mebel, kemudian ada dari kelapa sawit. Jadi ada bermacam-macam," ujarnya.
Sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo akan berangkat untuk menghadiri undangan dari Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari.
"Disampaikan bahwa bapak presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
Kendati segera ditandatangani, Airlangga belum memastikan besaran final tarif dagang yang menjadi kesepakatan kedua negara. Ia hanya menyinggung pemberlakuan tarif yang sebelumnya turun dari 32 persen ke 19 persen.
"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," kata Airlangga.
Berita Terkait
-
Prabowo Tekankan Lapangan Kerja Bareng APINDO, Akankah Gen Z Diuntungkan?
-
Pengusaha Sebut Formula Upah Minimum 2026 Bikin Lapangan Kerja Baru Sulit Tercipta
-
Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Terancam Gagal, Apa yang Terjadi?
-
Segini Kisaran UMP yang Diinginkan Para Pengusaha
-
Target 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Dinilai Tidak Realistis oleh Apindo
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?