Suara Denpasar - Made "Ariel" Suardana, pengamat hukum yang juga aktivis 97 itu menilai ada yang janggal dengan ketidakhadiran tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dalam sidang praperadilan terkait status tersangka Rektor Unud Prof. Dr. I Nyoman Gde Antara.
Ketidakhadiran yang terkesan mendadak itu malah memunculkan kecurigaan publik.
"Ketidakhadiran Kejati Bali dalam sidang praperadilan mulai menunjukkan gelagat mencurigakan atau tanda-tanda keanehan. Kok bisa ya sidang yang sudah dijadwalkan jauh -jauh hari malah pihak Kejaksaan tidak datang?" jawab dia ketika ditanya wartawan, Senin 10 April 2023.
"Saya kira ini bukan faktor lupa atau salah koordinasi internal mereka. Tapi ini masalah buying time yaitu mengulur-ulur waktu untuk meredam situasi publik yang lagi konsen urusan ini," imbuhnya.
Dia menduga ada by design atau drama dalam perjalanan kasus ini. "Ada kemungkinan upaya penyelamatan rektor dalam kasus ini sehingga kejaksaan rasanya udah tidak bersemangat lagi seperti penyidikan awal. Sejak Kajati Ade.T.Sutiawarman diganti oleh Narendra Jatma saya sudah mulai pesimis," ungkapnya.
Kejati Bali sepertinya udah kalah gertak dan kalah mental oleh para tersangka. "Kamis yang lalu Tersangka tidak ditahan menunjukkan Kejaksaan tidak lagi punya spirit untuk membuat gebrakan heroik untuk Pemberantasan korupsi.
Apalagi jelang Hari Raya nanti bakal terjadi libur panjang maka peluang merubah situasi sangat besar terjadi," ingat dia.
"Saya hanya khawatir kasus ini bakal terjadi kasak - kusuk yang pada akhirnya antara kejaksaan dan tersangka saling lirik terus mereka berdamai yang jadi korban ada publik karena di PHP," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi