Suara Denpasar - Sebagai pengamat hukum dan seorang aktivis, Made "Ariel" Suardana mulai melihat adanya akrobatik hukum dalam penanganan kasus dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi atau SPI pada Universitas Udayana (Unud).
Akrobatik yang dimaksud adalah pernyataan dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali yang menganulir soal mangkirnya tersangka berinsial INGA yang merujuk Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. Baik dalam kapasitas saat menjadi saksi dan juga tersangka.
Ditambah lagi dengan tidak ditahanya para tersangka dalam kasus dugaan korupsi tentu membuat publik kecewa.
"Taring kejaksaan yang sebelumnya sudah diasah oleh sejumlah aktivis dan BEM (Unud) tenyata masih tumpul," katanya, Jumat 7 April 2023.
"Sehingga kasus SPI berpeluang SePI dan bisa mengarah SP3 karena permainan argumentasi liar terjadi diarena tertutup," analisanya.
Dia juga mencium bahwa pendidikan kasus ini belakangan mulai redup. "Kuncup dan tak bertaji membuat penyidikan ini terasa tak bergairah.
Apa karena situasi gulem (berawan), penyidik jadi gelem (sakit). Ya, jangan sampai kecapean kerja larut malam jadi masuk angin," selorohnya.
"Sepanjang tidak terjadi akrobatik hukum maka penahanan harusnya sudah terjadi. Meniru kinerja KPK adalah pola yang baik. Lijat saja kasus Pajak di Kemenkeu yaitu Rafael Alun Trisambodo begitu naik penyidikan langsung ditahan dan dipublikasikan. Nah ini udah berapa bulan penyidikan seolah belum ada tanda-tanda menyegarkan bagi publik," tandasnya.
Akankah SP3 membayangi kasus ini? "Tanyakan kepada rumput yang bergoyang di Kajati Bali," jawab pria yang dikenal vokal tersebut. ***
Baca Juga: Makjleb! Giliran BEM Unud Bawa Bukti Dugaan Penyalahgunaan Dana SPI Unud
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset