Suara Denpasar - Beredar kabar Sri Mulyani panik lantaran 11 pemain 349 Triliun ditangkap dan Mahfud MD bongkar aktor besar di baliknya.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube KABAR POLITIK, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Minggu, (16/4/2023).
Berita itu diunggah pada Sabtu, (15/4/2023) dengan video berdurasi 10 menit 5 detik, dan menghebohkan publik sampai ditonton 4 ribu kali meski baru satu hari dari waktu unggahan.
Video itu diunggah dengan judul 'Sri Mulyani Panik!! 11 Pemain 349 T Ditangkap Mahfud MD Bongkar aktor besar di baliknya!!', judul serupa ditulis pada thumbnail video.
Lantas benarkah kabar tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam tentang kebenaran video itu.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video itu menyampaikan informasi tentang Satgas atau satuan tugas untuk menggali lebih dalam kasus transaksi mencurigakan 349 triliun di Kementerian Keuangan.
Namun tidak ditunjukan bukti dan sumber kredibel bahwa 11 pemain kasus tersebut ditangkap, Sri Mulyani panik, dan Mahfud MD bongkar dalang di baliknya.
Setelah ditelusuri, foto pada thumbnail video juga merupakan foto editan, dimana foto aslinya pernah diunggah oleh situs website detik.com, berikut link foto aslinya:
Dilihat dari foto aslinya, faktanya orang-orang yang mengenakan rompi orange KPK itu hanya 6 orang, terdiri dari 5 orang pria dan satu orang wanita. Namun diedit jadi 9 orang pada thumbnail video tersebut.
Faktanya, konteks dari foto aslinya bukan 11 orang pemain 349 triliun yang ditangkap KPK, melainkan konteks dari foto tersebut ialah 6 tersangka kasus suap Bupati Penajam Paser Utara.
Judul 'Sri Mulyani' panik juga tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. Dilansir dari mataram.antaranews.com, faktanya, Kementerian Keuangan justru ikut serta dalam pembentukan satuan tugas untuk menyelesaikan transaksi mencurigakan 349 T di Kemenkeu.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukan bahwa berita tersebut tidak benar adanya, atau bisa dikategorikan sebagai berita hoax alias berita bohong. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
PDKT? Prabowo Subianto Tunjukkan Sikap Gentleman ke Sri Mulyani di Hadapan Publik, Hingga Disebut Romantis
-
Cek Fakta: Sri Mulyani Dijemput Paksa Aparat, Atur Strategi Curi Rp300 T, Benarkah?
-
Sri Mulyani Temui Kreator dan Penulis, Pajak Royalti Turun Jadi 6 Persen
-
CEK Fakta: Sri Mulyani Dijemput Paksa, Terbukti Gelapkan Dana 300 T di Kemenkeu, Benarkah?
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras