Suara Denpasar - Usai viralnya Gubernur lampung yang dikritik karena kurang optimal dalam membangun insfrastruktur jalan di wilayahnya, kini giliran pejabat asal Lampung lain yang jadi sorotan. Pejabat yang kini banyak diperbincangkan oleh warganet adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana.
Reihana berhasil menjadi sorotan usai viralnya beberapa gambar dia yang sedang mengenakan tas mewah serta pakaian yang mahal. Hal tersebut dilihat dalam unggahan akun twitter @PartaiSocmed pada (16/04/2023).
“Kembali ke Lampung. Pejabat silih berganti, ada yg pensiun ada yang ketangkep KPK, tapi Reihana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tetap bertahan hampir 14 tahun tak tergantikan. Mana harga second tas hermes Bikin-nya saja hampir 200 juta, belum baju LV-nya,” caption pada unggahan tersebut.
Seperti dilansir Suara.com dari informasi resmi Pemprov Lampung, Reihana merupakan pejabat ASN berpangkat Pembina Utama Madya atau sama dengan golongan IV D. Artinya, kisaran gaji yang didapat oleh Reihana berkisar antara Rp3.447.200-Rp5.661.700 belum termasuk dengan tunjangan dan lain-lain.
Sontak unggahan tersebut lantas dibanjiri dengan komentar dari warganet.
“Nderr aku pernah PKL di Dinkes ini, sewaktu kelas 11 SMK tpi emang fashion beliau ini agak nyentrik dan selalu wah, tpi emang beliau ini jarang ada di kantor sering ny bepergian mulu, dlu pas aku PKL beliau ini sering ke China atau luar negeri lainnya, alasannya karena dinas luar,” komentar akun @mamayoshi_win.
“Gila gila, warganya masih ada yg blm dapat kehidupam layak, fasum dan infrastruktur umum pun ya blm dapat dikatakan memadai di Lampung, anti kritik juga, pejabatnya pada belaga begini. KKN macam penyakit Kronis. Diliat-liat anggaran daerah gede larinya ke manusia macem gini,” komentar akun @dendiPS. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026