/
Minggu, 23 April 2023 | 20:35 WIB
Ganjar Pranowo Kagumi Intuisi Politik Megawati Usai Dipilih Jadi Capres PDIP: Sangat Luar Biasa! (Dok. Pemprov Jateng)

Suara Denpasar - Pada Minggu (23/4/2023), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan wawancara eksklusif dengan jurnalis ternama Najwa Shihab. 

Dalam kesempatan ini, dia blak-blakan soal pemilihannya sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP untuk Pilpres 2024.

Saat ditanya tentang uji kelayakan kepatutannya sebagai capres, Ganjar menjawab bahwa hal itu dapat dilihat dari rekam jejaknya sebagai politisi selama bertahun-tahun. 

Dia juga percaya bahwa pemilihannya sebagai capres tak lepas dari intuisi politik yang luar biasa dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. 

"Saya kira dengan intuisi Ibu yang sudah sangat luar biasa dalam politik," kata Ganjar Pranowo sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Najwa Shihab, Minggu (23/4/2023). 

Dia melanjutkan, "Saya di-fit and proper sejak saya ditugaskan di Badiklat (Badan Pendidikan dan Latihan), sejak saya ditugaskan di Badan Penanggulangan Bencana, sejak saya ditugaskan di DPR, bahkan saya ditugaskan di Gubernur."

"Saya kira ini proses panjang melakukan fit and proper kepada seorang Ganjar, kira-kira begitu," imbuhnya. 

Karena alasan itu, Ganjar yakin bahwa Megawati telah mempertimbangkan banyak hal sebelum memilihnya sebagai capres PDIP. 

Dia menuturkan, "Dan itu saya kira assessment (penilaian) yang cukup panjang yang dilakukan oleh seorang Bu Mega."

Baca Juga: Dihujat Publik Tanah Air, Ganjar Pranowo Justru Unggul di Survei Elektabilitas Capres 2024

"Maka pada saat penentuan, pasti Ibu sudah mempertimbangkan seluruh yang ada di situ. Ya seperti membuka raport saja," pungkas politisi 54 tahun tersebut. 

Sementara itu, belum lama ini Ganjar Pranowo menuai hujatan dari publik Tanah Air karena dianggap sebagai salah satu pemicu gagalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia. 

Pasalnya, dia cukup lantang menyuarakan penolakannya terhadap timnas Israel yang diyakini jadi alasan utama FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Hal itu akhirnya membuat simpati publik terhadap pencalonannya sebagai Presiden Indonesia jauh berkurang.(*)

Load More