Suara Denpasar – Jajaran Asisten tim nasional (timnas) U22 yang mendampingi kepala pelatih Indra Sjafri selama SEA Games 2023 di Kamboja dipuji Eks penyerang tim nasional Indonesia Saktiawan Sinaga.
"Dengan semua pengalamannya, masukan-masukan mereka berarti untuk pemain timnas," ujar Saktiawan yang dikutip dari Antara, Sabtu (29/4/2023).
Pada SEA Games 2023, Staf pelatih timnas U-22 Indonesia terdiri dari Indra Sjafri sebagai pelatih kepala, lalu Bima Sakti, Eko Purjianto dan Kurniawan Dwi Yulianto di kursi asisten, kemudian pelatih fisik Alex Aldha dan pelatih kiper Sahari Gultom.
Indra Sjafri juga menjabat sebagai direktur teknik PSSI. Ia adalah pelatih yang membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019.
Bima Sakti pernah jadi Kapten Timnas Indonesia dan kini menjabat sebagai pelatih timnas U-16. Ia pernah mengantar skuadnya merebut gelar kampiun Piala AFF U-16 2022.
Sementara itu, Eko Purjianto berstatus sebagai bek sebelum gantung sepatu dan juga pernah memperkuat timnas Indonesia. Ia sudah pernah mendampingi Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-19 dan kerja sama mereka berbuah trofi juara Piala AFF U-19 2013.
Selanjutnya, ada Kurniawan Dwi Yulianto, eks penyerang subur timnas Indonesia. Ia sudah mencatatkan kariernya sebagai pelatih di beberapa klub termasuk Sabah FC (Malaysia). Tak hanya itu, Kurniawan juga adalah asisten pelatih tim Italia Como 1907.
Terakhir, Alex Aldha dan Sahari Gultom, sebelumnya bekerja bersama pelatih Shin Tae-yong di timnas Indonesia. Mereka berada di bawah komando Shin pada tahun 2019-2022.
Dari semua nama tersebut, Saktiawan Sinaga sangat mengenal Kurniawan dan Sahari. Saktiawan dan Kurniawan perna memperkuat timnas Indonesia. Sementara, Saktiawan dan Sahari adalah sama-sama menyandang gelar legenda PSMS Medan.
Baca Juga: Dilepas Persib Bandung, Yoyok Sukawi Sampaikan Alasan PSIS Semarang Permanenkan Bayu Fiqri
"Dengan adanya mereka, saya yakin pelatih Indra Sjafri sangat terbantu. Asisten-asisten pelatih itu juga bisa membimbing pemain baik di dalam maupun luar lapangan," kata Saktiawan.
Cabang olahraga sepakbola pada SEA Games akan dimulai lebih awal. Timnas Indonesia U22 akan menghadapi Filliphina pada Sabtu (29/4/2023)mulai pukul 16.00 WIB di Stadion Olympic, Phnom Penh, Kamboja.
Dalam pesta Olahraga se-Asia Tenggara itu, Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Filipina dan Timor Leste.
Timnas Indonesia U-22 menargetkan membawa pulang medali emas pada cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games 2023. Setelah sebelumnya, pernah mendapatkan medali tersebut pada SEA Games 1987 dan 1991. (*)
Berita Terkait
-
Profil Olympic Stadium Phnom Penh, Venue Laga Timnas Indonesia U-22 vs Filipina
-
3 Alasan Witan Sulaeman Cocok Jadi Kapten Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023
-
5 Spiker Andalan Timnas Voli Putra Indonesia di SEA Games 2023, No.1 Langganan Timnas
-
Timnas U22 Local Pride: Pernyataan Indra Sjafri Dinilai Blunder, Netizen: Parah Sih
-
Putuskan Main di Tim Lain? Ternyata Ini Alasan Gelandang Persib Bandung Tak Ikut Lebaran dengan Keluarga
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Jembatan Ampera Bakal Berubah Jadi Panggung Kebaya, Ratusan Perempuan Bidik Rekor MURI
-
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional
-
Jalur Maut Pantura! 141 U-Turn di Indramayu Ternyata Ilegal
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga
-
Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo
-
Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos