- Polsek Jagakarsa sedang memburu pelaku rudapaksa terhadap perempuan disabilitas berinisial DH di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
- Penyelidikan kepolisian terkendala minimnya bukti CCTV dan keterbatasan korban dalam memberikan keterangan karena merupakan penyandang disabilitas.
- Bayi laki-laki hasil tindakan tersebut telah diserahkan oleh keluarga korban kepada Dinas Sosial setelah lahir pada Juni 2026.
Suara.com - Kepolisian memburu pelaku yang diduga melakukan rudapaksa terhadap perempuan disabilitas hingga hamil berinisial DH (25) di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Pelakunya kita cari, ya. Jadi yang bertopi, ya ada di situ kita cari," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Nurma mengatakan pihaknya telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Namun dari pihak RT maupun RW tidak mengenali lelaki diduga pelaku rudapaksa tersebut.
Terlebih, korban merupakan tuna wicara sehingga terbatas memberikan keterangan soal ciri khas pelaku.
Pada Juli 2026, korban diketahui telah melahirkan seorang bayi. Namun, karena tidak mampu merawat bayi tersebut, ayah korban yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring kemudian menyerahkannya ke Dinas Sosial.
"Sya dapat informasi langsung dari bapak korban, bahwa memang bayi tersebut sudah ditaruh di atau diserahkan ke Dinas Sosial. Ya, kemarin setelah dia melahirkan," kata Nurma sebagaimana dilansir Antara.
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @jagakarsa_update, seorang disabilitas diduga menjadi korban tindak pidana rudapaksa yang mengakibatkan dirinya hamil.
Pada 30 Maret 2026, korban sempat melapor namun terkendala biaya saat pemeriksaan visum. Hingga akhirnya 5 April 2026, keluarganya kembali mengajukan laporan.
Pada 2 Juni 2026, korban melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Aulia Jagakarsa. Kini, kasus rudapaksa tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
Berita Terkait
-
Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku
-
Teror Bom Saat MPLS, Gegana Sterilisasi SD di Jagakarsa
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi