Suara Denpasar - Sebagai Provinsi Pariwisata, Bali perlu memperhatikan segala aspek pendukungnya. Mulai dari penataan kota sampai pada penertiban gepeng (Gelandangan dan Pengemis) yang berkeliaran di lampu merah dan tempat-tempat strategis.
Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menginstruksikan agar penertiban terhadap para gepeng tersebut harus diintensifkan lagi.
Instruksi itu disampaikan Rai Dharmadi kepada Satpol PP Kabupaten Kota agar segera menyisir ruas jalan dan titik-titik tempat para gepeng beraksi untuk ditertibkan.
"Sudah barang tentu menjadi tugas kita, artinya kawan-kawan dari Satpol PP Kabupaten Kota untuk melakukan penertiban secara intensif menyisir lokasi-lokasi gepeng beraksi," tegas Rai Dharmadi kepada Suara Denpasar saat dihubungi," Minggu, (30/4/2023).
Rai Dharmadi meminta penertiban harus masif sebagaimana yang dilakukan pada saat perhelatan G20 pada November 2022 lalu.
"Seperti pada saat G20 kita sudah cukup signifikan melaksanakan penertiban yang sangat-sangat efektif. Saya kira pola penertiban yang dilakukan seperti G20 itu masih dilakukan dengan cara-cara yang sama," sumbang Rai Dharmadi.
Terkait maraknya atau mulai kembali munculnya gepeng di Bali tersebut, Rai Dharmadi berharap konsistensi penertiban gepeng harus dipertahankan.
"Kuncinya adalah konsisten dalam bertugas di Kabupaten Kota untuk melaksanakan patroli ke lokasi-lokasi tempat para gepeng berkegiatan," imbuhnya.(Rizal/*)
Baca Juga: Wonderkid PSIS dan Persib Bandung Kembali ke Timnas, Beda Nasib di Laga Vs Filipina
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Mobil Dilarang Melintas di Bendungan Lahor Mulai 1 Agustus, Ini Alasannya
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Ulasan Perfect Crown: Drama Kerajaan Modern Ringan tapi Bikin Emosional
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Fakta di Balik Bayi yang Dibuang di Teras Warga: Pelakunya Pasangan Pelajar SMP dan SMA di Jombang
-
Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan India ke Runway Jakarta
-
Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok