Suara Denpasar – Salah seorang ulama ternama tanah air, KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mendapat kritik di media sosial saat menjelaskan tentang shalat dalam ceramahnya.
Video kritik tersebut diunggah oleh seorang yang diketahui bernama Bayu Wahabi di kanal youtube Savas Fresh.
Dimana isi video yang disampaikan Gus Baha berisi tentang ‘Kamu kalau baca sabbihisma jangan lama-lama, kalau kelamaan akan menyebabkan orang tidak senang shalat berjamaah dengan kamu. Akhirnya para kiai sholatnya cepat itu ada dalilnya, sholat cepat itu haditsnya shahih,” ujar Gus Baha.
Sontak apa yang disampaikan tersebut, menurut Bayu tidak sesuai dan mempermasalahkan hal tersebut.
Menanggapi kritik itu akhirnya salah seorang santri Nahdlatul Ulama (NU) melalui kanal youtubenya Sanie Uye turut berkomentar.
Menurut santri asal Jawa Timur yang diketahui bernama Hasani itu, Savas tidak paham apa yang dimaksud Gus Baha.
Menurutnya, Savas ialah orang yang tidak mengerti dan tidak pantas mengkritik Gus Baha.
“Jangan bahas Gus Baha kamu (Savas) gak level, benar-benar Cerdas anda Savas, kamu cerminan dangkalnya akal Savas,” kata Hasani dalam kanal youtubenya yang dikutip Suara Denpasar, Kamis (4/5/2023).
Menurut Hasani Savas tidak bisa membedakan antara sholat lama dan bacaan yang terlalu lama hingga akhirnya terjadi pemahaman yang salah oleh Savas.***
Berita Terkait
-
Cocok untuk Ramadhan, Ini 7 Fitur Favorit di NU Online Super App
-
Yenny Wahid Dibonceng TNI Ke Lokasi Acara Harlah 1 Abad NU, Suami Dibonceng Tukang Galon, Tuai Pujian
-
Mantan Ketua GP Ansor Nahdlatul Ulama Bali Maju Calon DPD RI, Gus Niam: 'Insyaallah Dukungan Penuh dari NU Bali'
-
Lukisan Tokoh NU Diletakkan Sembarangan, Dedi Mulyadi Berang, Tuding Tak Tahu Sejarah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?
-
Membaca Ulang Sang Mahapatih Gajah Mada di Buku Agus Munandar
-
Ulasan The Winning Try: Kisah Tim Rugby Buangan yang Layak Diperjuangkan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton