/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 16:52 WIB
Presiden ke 5 RI, Hj. Megawati Soekarnoputri bersama Gubenrur Bali Wayan Koster

Suara Denpasar – Kelakuan bule atau turis asing di Bali menjadi salah satu perhatian Presiden ke 5 RI, Hj. Megawati Soekarnoputri saat membuka dan menjadi pembicara seminar di Bali.

Dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster, Megawati mengaku tidak suka melihat hal itu. Peringatan Pecalang yang bertugas tidak diindahkan oleh oknum orang asing tersebut.

“Saya bilang ke gubernur, kamu jangan enak-enakan ya. Jangan mentang-mentang kamu jadi orang Bali. Mau kau apakan Bali. Kalau udah gitu pada diem.”

Demikian kata Megawati dalam Seminar Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, yang diselenggarakan Pemprov Bali di The Trans Resort Bali, pada Jumat (5/5/2023).

“saya lihat di viral, ketika Nyepi, orang asing seenaknya, pikir, mereka siapa? Dari halus sampai marah-marah. Sombong sekali ya. Bukan saya alergi asing ya," tegasnya.

Pecalang sebut Megawati sebagai Polisi adat, menjaga warga saat perayaan Nyepi, lantas memberikan teguran terhadap turis asing tersebut.

"Ya, kan ditegur sama berapa, tiga orang pecalang, jangan berpakaian seperti itu kan lagi suasana Nyepi gitu. Ngamuk-ngamuk, eh, kalau saya terus, saya suka mikir begitu," tuturnya.

"Kalau saya depan dia, saya sudah mikirnya 'tabok tabok' suruh si pecalang, tapi pecalang kita kan baik-baik, iya gitu sabar," sambungnya.

Lebih lanjut, Megawati berharap agar para turis asing setidaknya bisa menghormati aturan yang ada di negara orang.

Baca Juga: Giri Prasta - Bintang Duduk Semeja dengan Megawati Soekarnoputri, Paket Gubernur Bali 2024?

"Enak saja, negara siapa ini, naik motor begitu di cafe mabuk-mabuk, berhenti," ujarnya.

Lantaran itu, ia mengingatkan pentingnya pembangunan 100 tahun Bali ke depannya. Ia turut mewanti-wanti kepada Gubernur Baku Wayan Koster agar Bali tak bernasib sama seperti Hawaii.

"Makanya, 'nggak bisa Koster', kamu mesti jabarkan ide 100 Bali ke depan mau diapakan. Banyak orang pintar, suruh ngomong.”

“Nanti Apa yang diperlukan saya bantu. Saya nggak bisa nerima, apa kalau kalian orang Bali, saya yang seperempat (berdarah Bali) saja (tidak seperti itu), orang asing kayak itu," katanya. (*)

Load More