Suara Denpasar – Sistem penjaringan layanan PT Bank Syariah Indonesia TBK atau BSI secara bertahap akan kembali normal. Mulai Senin (15/5/2023), seluruh transaksi dari para nasabah diupayakan kembali seperti semula.
Hal ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT BSI TBK Hery Gunardi kepada seluruh awak media di Jakarta, Sabtu (13/5/2023). Dalam keterangannya itu, ia memastikan bahwa data maupun dana seluruh nasabah akan tetap aman.
Sementara itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Apalagi, belakangan ini banyak pihak yang menyebut BSI jadi korban ransomware hingga ada 1,5 Terabyte data milik 15 juta nasabah diduga akan dibocorkan, apabila pihak mereka tidak menghubungi pelaku teror untuk memberi tebusan.
Menanggapi banyaknya kekhawatiran dari masyarakat, OJK pun terus berupaya melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak BSI.
“Saat ini tim pengawas dan pemeriksaan IT OJK terus melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mengevaluasi sumber gangguan layanan yang dialami BSI,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dikutip Suara Denpasar dari Antaranews, Sabtu (13/5/2023).
Selanjutnya, OJK meminta BSI untuk mengoptimalkan pemberian tanggapan atas pengaduan nasabah sebagaimana mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Berdasarkan pedoman tersebut, OJK meminta agar industri perbankan senantiasa memperhatikan tata kelola, keamanan informasi, dan perlindungan konsumen dalam menghadapi tantangan penggunaan teknologi informasi di era digital.
Selain itu, pihak OJK mengharapkan agar sistem IT yang digunakan bank semakin memperkuat aspek perlindungan konsumen. Mereka juga menghimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati dalam melakukan segala jenis transaksi.
“OJK menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati dalam melakukan transaksi, mewaspadai potensi penipuan maupun tindakan kejahatan lainnya yang mengatasnamakan suatu bank, serta melakukan verifikasi kebenaran yang beredar,” tutur Kepala Eksekutif Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menambahkan keterangan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Ketua DPRD Kepri Naik Harley Davidson Rp645 Juta Tanpa Helm, Punya SIM Khusus?
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU