Suara Denpasar - Pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal marak terjadi di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Bondowoso.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Jember mensosialisasikan modus operandi, tips pencegahan hingga penanganan jika menjadi korban pinjol dan investasi ilegal.
Puluhan konstituen Partai Golkar Bondowoso menjadi peserta dalam sosialisasi tersebut, Kamis (13/10/2022) di KUD Jaya, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso.
Aditia Soelaksono, Kepala Subbagian Pengawasan IKNB dan Pasar Modal pada OJK Jember menjadi pemateri.
"Belakangan ini marak investasi ilegal dengan modus penawaran tanam Rp 1 juta, bunga seminggu 20 persen. Ini kan gak logis, maka dicek dulu," terangnya.
Beberapa ciri investasi ilegal, di antaranya menjanjikan keuntungan tidak wajar secara cepat dan menjanjikan bonus dari perekrutan anggota atau member get member.
"Kemudian biasanya memanfaatkan tokoh masyarakat/agama/public figure, mengklaim bebas risiko dan legalitas tidak jelas," sebut Adit.
Ia berpendapat, ada dua penyebab maraknya investasi ilegal di Indonesia.
"Seperti kemudahan membuat aplikasi, web dan penawaran melalui media sosial; banyak server di luar negeri; konsumen tergiur bunga tinggi serta belum paham investasi," ulasnya.
Baca Juga: Penyanyi Happy Asmara Pakai Baju Pengantin Adat Jawa Minta Doa, Rossa: Selamat Ya
Selain investasi ilegal, ada juga pinjol ilegal dengan modus langsung mentransfer sejumlah uang ke korban.
"Tahu-tahu ditransfer walaupun gak pinjam. Biasanya 5 hari kemudian ditelpon, anda minjam uang ditransfer dan disuruh mengembalikan," ucapnya.
Lantas, bagaimana ketika masyarakat mengalami hal demikian?
"Kalau seperti ini, jangan ditransfer, dan segera laporkan polisi," imbaunya.
Zulfikar Arse Sadikin, anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar menyebut bahwa pihaknya memiliki 12 mitra kerja.
"Salah satunya OJK. Yang mengawasi perbankan dan lembaga keuangan non bank. Jika ada yang nakal, silahkan lapor ke OJK," pintanya.
Pihaknya mendahulukan merealisasikan program ke partai dan konsistuennya.
"Ini sebenarnya berupa informasi, pengetahuan dan ilmu yang diberikan kepada masyarakat," ucapnya. (*)
Berita Terkait
-
18 Investasi dan 105 Platform Pinjol Ilegal Ditemukan Selama September
-
Ratusan Pinjol Ilegal Ditindak OJK Selama September 2022
-
SWI Kembali Tindak 105 Pinjol Ilegal di September 2022
-
AFPI Laporkan Pinjol Ilegal ke Mabes Polri Atas Dugaan Replikasi 28 Fintech Lending Berizin
-
OJK Kesulitan Berantas Pinjol Ilegal, Hingga Perkuat Regulasi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Sassuolo Kalahkan Udinese 2-1, Fabio Grosso Minta Kaki Jay Idzes Cs Tetap Injak Tanah
-
Penampilan Putri Virgoun saat Jalan Bareng Inara Rusli Disorot: Emaknya Takut Kalah Cantik
-
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Wilayah Jakarta dan Bogor Hari Ini
-
OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya
-
Hasil Serie A Italia: Penyelamatan Krusial Emil Audero Bikin Pemain Genoa Frustasi
-
JETOUR X70 Plus Pilihan SUV 7 Seater dengan Harga 360 Jutaan
-
Menhub Beberkan Gunanya Sistem Kerja Fleksibel saat Mudik Lebaran
-
Mawar Merah dan Kaktus yang Berhati Besar
-
Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health