/
Senin, 15 Mei 2023 | 07:00 WIB
Ganjar Pranowo Sebut Kampanye Negatif Boleh Dilakukan: Data Bisa Ditampilkan dengan Baik (YT Ganjar Pranowo)

Suara Denpasar - Ganjar Pranowo sebut kampanye negatif itu boleh, pernyataan itu disampaikannya saat dirinya tengah diwawancara di salah satu stasiun televisi nasional.

Usai Ganjar dipilih sebagai Calon Presiden dari PDIP untuk Pilpres 2024, dirinya mulai menjadi sorotan media, hingga akhirnya diundang di berbagai acara talk show stasiun televisi nasional.

Salag satunya ialah acara Kick Andy, acara talk show yang dibawakan oleh Andy F Noya, saat itu dirinya ditanyai berbagai hal, tentang Pilpres 2024, hingga tentang fitnah hoax.

Dalam salah satu momen wawancara tersebut, Ganjar dimintai pendapat soal foto hoax yang tersebar dimana ia terlihat seolah sedang memeluk mesra Maria Ozawa, salah satu bintang porno asal Jepang.

Ganjar menyampaikan bahwa penyebaran hoax tersebut merupakan tindakan black campaign, dan itu tidak boleh dilakukan. Namun ia berpendapat terkecuali kampanye negatif, ia masih bisa menerima hal tersebut.

"Jadi ternyata orang dalam berpolitik masih menggunakan black campaign (kampanye hitam), kalau ternyata orang mau menggunakan negative campaign (kampanye negatif) saya bisa oke," ujarnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube METRO TV pada Senin, (15/5/2023).

Ganjar Pranowo menjelaskan perbedaan antara kampanye hitam dengan kampanye negatif, menurutnya kampanye negatif masih boleh dilakukan.

"Kalau black campaign lebih kepanda hoax, kalau negative campaign mungkin Ganjar tidak berhasil dalam sektor A, sektor B, sektor C, itu boleh!," ujarnya menyampaikan.

Melalui wawancara itu dirinya menegaskan bahwa penyebaran hoax bukan hal baik dalam kompetisi politik, kampanye negatif dibolehkan karena berdasarkan data, bukan tuduhan.

Baca Juga: Demi Roda Perekonomian Desa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Anggarkan Rp48 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Rejosari Magelang

Ganjar Pranowo sendiri merupakan Calon Presiden yang akan berkompetisi dengan Capres-Capres lainnya seperti Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang. (*/Dinda)

Load More