Sebagai negara demokratis, Indonesia memiliki tugas untuk memastikan bahwa pemilihannya mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi.
Hal ini mencakup memastikan bahwa pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya memang memiliki kualifikasi dan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas pemimpinan mereka.
Popularitas harus digabungkan dengan kompetensi dan dedikasi untuk pelayanan publik dalam memilih pemimpin politik. Kita harus ingat bahwa politik bukanlah ranah yang eksklusif untuk selebritas atau mereka yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Ini adalah arena di mana setiap individu yang memenuhi kriteria dan memiliki visi dan misi yang jelas, dapat berkontribusi dalam memajukan kepentingan publik.
Terakhir, responsibilitas tidak hanya berada di tangan politisi atau selebritas yang menjadi politisi, tetapi juga berada di tangan kita sebagai pemilih.
Hak dan kewajiban kita adalah untuk mengevaluasi kandidat secara menyeluruh dan mendalam, melampaui popularitas dan pengenalan nama, dan memilih pemimpin yang kita percaya dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat dan negara kita.
Jadi, fenomena "polientertain" bukanlah suatu ancaman secara inheren untuk demokrasi atau sistem politik kita, tetapi merupakan tantangan dan kesempatan bagi kita untuk merefleksikan dan memperbaiki cara kita memilih pemimpin.
Oleh karena itu, kita perlu merespons fenomena ini dengan bijak dan kritis, dan memastikan bahwa kita mempertahankan integritas dan kualitas demokrasi kita.
Tentang Narasumber:
Baca Juga: Rektor Unud Prof. Antara Bisa Mati Kutu, Muncul Kabar Ratusan Memo Mahasiswa Jalur Belakang
Nama: Efatha Filomeno Borromeu Duarte. Sebagai akademisi atau dosen di Universitas Udayana (Unud) Bali. Sekaligus pendiri Malleum Iustitiae Institute, sebuah komunitas yang berfokus pada kajian akademik. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026