Suara Denpasar - Pengumuman dan klarifikasi pengembalian dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dimuat dalam akun instagram Universitas Udayana (Unud) langsung mendapat sorotan mahasiswa dan warganet.
Muncul kesan bahwa pihak Unud tidak rela dan proaktif mengembalikan kelebihan dana SPI yang disetorkan mahasiswa.
Sebab, Unud sendiri tidak mengumumkan siapa saja mahasiswa yang kelebihan membayar.
"Apabila ada", sudah jelas mekanime SPI bermasalah, sejak 2018 sampai sekarang sudah banyak keberatan. Ini rektorat makin kesini makin aneh, harusnya ada data siapa yang bayar berlebih, itu kalian komunikasikan ke orangnya. Kemudian ada mahasiswa mengajukan, proses cepat, jangan seolah olah ga ada mahasiswa dan masyarakat keberatan. Ini universitas lama lama ga jelas," komen akun @ngurahsentana24.
Selain itu banyak di antara mereka yang juga menyoroti klaim Unud ada SPI Rp 0. Namun, lagi-lagi nama mahasiswa atau data mahasiswa penerima tidak dicantumkan.
"Saya angkatan 2019 lewat jalur mandiri, tetapi tidak ada pilihan SPI 0. Minimal SPI untuk Ilmu Politik itu adalah 20 juta di angkatan saya. Jadi, sebaiknya Unud tidak usah menyampaikan berita hoaks kalau setiap fakultas itu ada SPI 0 untuk angkatan 2018 s/s 2022," tulis @najsuv jaill dikutip denpasar.suara.com, Kamis 18 Mei 2023.
"Saya angkatan 18 jalur mandiri seingat saya dulu tidak ada SPI minimal 0. Teknik dulu minumal sumbangan nya 15jt. Makin ke sana makin ke sini ini kampus. Mana fasilitas di teknik masih kurang. Hadehh," sambung @alvabetagama. "Tidak ada SPI 0 yang jalur mandiri!," tukas @gabrielbaruna.
Begitulah komentar warganet dan mahasiswa di akun media sosial Universitas Udayana yang menilai Unud mengabarkan berita hoax tanpa data pendukung. Mereka juga mendesak Unud untuk mengungkap siapa saja mahasiswa yang mendapat fasilitas SPI Rp 0. ***
Baca Juga: Unud Terkesan Tak Rela Kembalikan Kelebihan Dana SPI Mahasiswa, Begini Bunyi Pengumumannya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring