Suara Denpasar - Dedi Mulyadi dipastikan keluar dari Partai Golkar. Mantan bupati Purwakarta dua periode kini masuk Partai Gerindra. Di tengah kabar itu, dia mengatakan merangkak di Golkar dari bawah. Apakah ini sindiran untuk Ridwan Kamil yang tiba-tiba masuk Golkar?
Kang Dedi menceritakan kisah berjuang di Partai Golkar dari bawah melalui kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (20/5/2023). Dia menyatakan itu kepada Ayu, anak angkatnya. Katanya, menjadi pemimpin harus dimulai dari mengerjakan yang kecil-kecil dari bawah.
Seorang pemimpin, kata Kang Dedi, harus detail agar tahu dan memahami masalah yang dihadapi. Tidak hanya pemimpin pada jabatan publik, juga pada perusahaan juga mestinya dimulai dari bawah agar kelak tidak ditipu bawahan.
Begitu juga dirinya yang mengawali karier politik dari bawah. Dia awalnya jadii aktivis mahasiswa, kemudian bergaul dan bekerja di sekretariat DPD II Golkar Purwakarta pada tahun 1990-an.
Dia masih ingat, kala itu Ketua DPD II Golkar Purwakarta adalah Kolonel (Purn) HM Bisri Haryono. Kang Dedi bekerja di kantor Golkar sebagai tukang ketik pidato. Dia yang membuat konsep pidato untuk ketua DPD Golkar Purwakarta.
Selain masih jadi aktivis HMI, dia juga hidup di kantor Golkar. Kadang ada uang untuk makan, kadang tidak ada. Saat itu, dia tidak memiliki jabatan apa-apa. Hanya sebagai anggota BPKD (Badan Perencana Kaderisasi Daerah).
"Hanya jadi tukang itu. Disuruh nganter surat ke sana, disuruh nganter surat ke sini, ngetik (surat/ naskah pidato) sampai jam 12 malam, sampai jam 3 (pagi)," jelasnya.
Dia sempat terpikir ingin jadi anggota DPRD Purwakarta melalui Pemilu 1997. Namun, itu tidak bisa karena masih sangat muda dan masih kuliah.
"Masih sangat muda waktu itu. Saingannya banyak," tandas pria 52 tahun ini.
Baca Juga: Tinggalkan Golkar, Maula Akbar, Putra Sulung Dedi Mulyadi Disemangati Kekasih, Diana Limbong
Pada saat itu, masuk di struktur Golkar tidak mudah. Saingan banyak. Dan Golkar pada waktu itu dikuasai ABRI, birokrasi (bupati), dan DPD Golkar.
Ketika kegiatan ketua DPD Golkar Purwakarta banyak, dia juga ikut sibuk menyiapkan naskah pidato. Bisa saja dalam sehari ada tiga kegiatan, sehingga dia pun harus menyiapkan tiga naskah pidato. Mengetikkan, dan menyerahkan kepada sang ketua Golkar.
Apalagi, struktur di Golkar juga masih ditentukan ABRI, bupati (birokrasi), dan DPD Golkar. Sehingga dia masih sulit untuk bisa masuk jaaran pengurus Golkar, meski sehari-hari sudah di kantor Golkar.
Barulah pada 1998, setelah muncul Reformasi, Golkar ikut mengalami perubahan. Dwifungsi ABRI dihapus. Dengan begitu ABRI tidak boleh berpolitik. Begitu juga birokrasi tidak boleh berpolitik.
Situasi itu menjadi longgar. Persaingan di Golkar lebih cair. Dia pun mendapat jabatan sebagai wakil sekretaris DPD Golkar Purwakarta melalui Musyawarah Daerah (Musda).
Sambil belaar jualan beras, Kang Dedi akhirnya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Purwakarta dari Kecamatan Tegal Waru. Dia berhasil terpilih dalam Pemilu 1999.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai