Suara Denpasar - Status keanggotaan Dedi Mulyadi sebagai kader Partai Golkar sudah selesai. Sekarang sudah resmi sebagai anggota Partai Gerindra.
Mantan suami Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika itu mengaku pindah ke Gerindra karena alasan balas budi. Yaitu karena waktu saat masih menjadi Bupati Purwakarta (tahun 2010-an) ada sejumlah patung Pandawa lima dihancurkan oleh orang tak dikenal.
Ketika mendapat masalah itu, satu-satunya orang yang datang untuk membantunya adalah adik Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo.
Sekarang Dedi Mulyadi sudah tercatat sebagai kader Partai Gerindra. Anggota DPR RI itu berkomitmen untuk memenangkan Prabowo Subianto di Jawa Barat.
Namun dibalik masuknya Dedi Mulyadi ke Partai Gerindra itu, justru berawal dari cerita kocak. Yaitu dia pernah tidak dianggap sebagai Bupati Purwakarta oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto itu.
Diceritakan bahwa saat itu Hashim Djojohadikusumo sedang berada di rumahnya di London. Ia membaca sebuah majalah tentang patung-patung Wayang Pandawa lima yang menjadi icon Kabupaten Purwakarta dirusak dan bahkan dibakar.
Karena Hashim Djojohadikusumo adalah sosok yang menyukai Wayang, ia perintahankan beberapa orang di Indonesia untuk mencari Bupati Purwakarta agar dapat diberikan bantuan.
Singkat cerita, pada tahun 2011 Hashim Djojohadikusumo terbang dari London untuk menemui Bupati Purwakarta. Yang menarik dan bisa dibilang lucu karena Dedi Mulyadi yang saat itu sudah bersiap menyambut Hashim malah tidak dianggap sebagai Bupati.
Hal tersebut menurut Hashim Djojohadikusumo karena Kang Dedi Mulyadi masih terlalu muda saat itu.
Baca Juga: Finish?! Upaya Banding Kang Dedi Mulyadi Ditolak dan Resmi Duda, Anne Ratna Mustika Sah Janda
"Saya turun dari bus, terus saya lihat ada anak muda baju putih, terus saya bertanya sama anak muda itu Pak Bupati menunggu di dalam ya? Terus anak muda itu bilang gak Pak, saya Bupatinya," terang Hashim dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Rabu (24/5/2023).
Cerita Hashim Djojohadikusumo itu membuat semunya tertawa. "Tapi sungguh itu," ujar Hashim mempertegas.
Kisah itupun dipertegas oleh Kang Dedi Mulyadi sendiri. Tapi justru kedatangan Hashim Djojohadikusumo ke Purwakarta untuk membantu menangani patung-patung Pandawa lima yang dirusak itulah menjadi alasan Dedi Mulyadi masuk Gerindra.
"Saya waktu itu tidak kenal (Hashim) tapi tiba-tiba datang memberikan bantuan untuk membangun kembali yang baru. Artinya, itu orang ikhlas, sedangkan yang lain tidak ada yang berani datang," imbuh Kang Dedi Mulyadi. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Apakah Hellyana Masih Bisa Menjabat sebagai Wagub Babel Usai Divonis Penjara?
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Ratusan Amunisi Senjata Api Disita dari Bandar Narkoba di Riau