Suara Denpasar – Kinerja Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) kembali menjadi sorotan, setelah ramai warganet menyoroti soal safari politik yang dilakukan Ganjar Pranowo di Masjid Agung, Banten beberapa waktu lalu.
Bawaslu dianggap tebang pilih, sebab safari politik serupa yang dilakukan Anies Baswedan justru mendapatkan peringatan dari pihak badan pengawas tersebut.
Pesan peringatan itu disebut-sebut dikirim oleh jajaran Bawaslu Jawa Timur ketika Anies Baswedan melaksanakan sholat jumat di Masjid Al-Akbar, Surabaya, pada 24 Maret lalu.
Dalam pesan tersebut, pihak yang diduga sebagai Bawaslu memperingatkan Anies Baswedan untuk tidak menjadikan Masjid Al-Akbar sebagai tempat berkampanye.
Terbaru, kini pihak Bawaslu akhirnya buka suara dan mengklarifikasi adanya pesan peringatan yang beredar tersebut.
Ketua Umum Bawaslu RI Rahmat Bagja, saat dihubungi oleh salah satu stasiun televisi nasional langsung menepis hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak pernah mengirimkan pesan peringatan kepada Anies Baswedan.
“Kami tidak pernah mengeluarkan SMS flash, itu harus dicatat. Tidak ada baik dari Bawaslu RI sampai dengan Bawaslu kabupaten dan kota,” tutur Rahmat Bagja, dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube METRO TV, Jumat (2/6/2023).
Rahmat menegaskan Bawaslu tidak memiliki alat untuk mengirim pesan seperti itu. Ia menyebut pihaknya bahkan tidak pernah menggunakan provider komunikasi.
"Kami tidak punya alat seperti itu dan kami tidak melakukan (mengirim) pesan apa pun terhadap provider komunikasi. Jadi SMS flash itu bukan dari Bawaslu," katanya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dipuji PSSI-nya Argentina, Erick Thohir Jadi Kunci Utama Kedatangan Lionel Messi CS
Dia mengatakan pihak Bawaslu hanya sekadar memberikan surat himbauan terhadap para bakal calon untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai ajang kampanye, itu pun bukan disampaikan dalam bentuk pesan seperti itu.
Bahkan, himbauan tersebut bukan hanya untuk Anies saja, tetapi juga berlaku bagi Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024.
"Kami telah membuat surat himbauan bukan peringatan. Surat himbauan untuk tidak melakukan kampanye di tempat ibadah. Dan ini pun berlaku kepada semua capres," ujarnya.
Sementara itu, menilik laman resmi Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa kampanye pemilu akan dimulai pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. (*)
Berita Terkait
-
Lapor, Pak Jokowi! Jalan Rusak di Kabupaten Kelahiran Ganjar Pranowo Setara 2 Kali Jarak Semarang-Solo
-
Bawaslu Dinilai Tebang Pilih, Safari Politik Anies Baswedan ke Masjid Dipersoalkan, Ganjar Pranowo Dibiarkan?
-
Waduh! Di Bawah Gubernur Ganjar Pranowo, Jalan Rusak Provinsi Jawa Tengah Hampir 200 Kilometer, Jokowi Mau Bantu?
-
Ternyata Ini Zodiak Ganjar Pranowo, Suka Memaksakan Kehendak?
-
Disinggung Cawapres, Ganjar Pranowo: Menyenangkan Perindo, Pak Hary Tanoe Saja
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
2 Kubu di Keraton Solo Tetap Gelar Kirab Malam 1 Suro, Duduk Saling Membelakangi
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo