Suara Denpasar - Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi pasangan yang menang pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Mereka resmi menjadi Gubernur DKI Jakrta pada 16 Oktober 2017.
Sejak jadi Gubernur dan Wakil, Anis-Sandi terlihat akrab karena memiliki arah pemikiran yang sama untuk membangun DKI Jakarta.
Namun ketika baru berjalan 3 tahun kepemimpinan mereka, Sandiaga Uno ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada 23 Desember 2020.
Pada Pemilu 2024, Anies Baswedan sudah dicalonkan sebagai presiden oleh koalisi perubahan yaitu Partai NasDem, PKS dan Demokrat dengan semangat perubahan Indonesia.
Sedangkan Sandiaga Uno disinyalir menjadi salah satu calon wakil presiden terkuat. Ketika disinggung apakah bersedia menjadi menjadi wakil untuk Anies Baswedan, Sandiaga Uno justru menyampaikan pernyataan yang berseberangan dengan semangat Anies dan koalisi partai pendukungnya.
Sandiaga mengatakan mengusung percepatan pembangunan, sementara Anies Baswedan dan partai koalisi perubahan ingin mengubah arah pembangunan dengan semangat perubahan Indonesia. Jelas Anis-Sandi sudah berseberangan secara gagasan.
Menurut Sandiaga Uno, mengubah arah pembangunan Indonesia, hanya akan membuang-buang waktu menuju bonus demografi. Sebab mimpi besar Indonesia adalah menjadi negara maju di tahun 2045. Apabila arah pembangunan diubah, maka target itu bisa melenceng.
"Karena kalau kita mengubah arah pembangunan bangsa ini, kita hanya punya waktu 15 tahun untuk bonus demografi kita terkonversi peningkatan capaian pembangunan dan ekonomi untuk mencapai negara maju. Kalau kita ubah lagi arah pembangunan kita, kita nanti akan hilang waktu dan bonus demografi akan terkikis sehingga ada potensi tidak tercapai target Indonesia maju di tahun 2045," terang Sandiaga Uno.
Saat ini Sandiaga Uno masuk dalam bursa calon wakil presiden. Menurut beberapa lembaga survei, elektabilitas Sandiaga terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Keok di Jabar dan Banten, Ganjar Pranowo Bobol Kandang Prabowo Subianto dan Anies Baswedan
Kendati belum bergabung dalam suatu partai, dia mengatakan selalu welcome kepada semua partai yang ingin mengajaknya berkomunikasi.
"Komunikasi akan kita buka seluas-luasnya kepada partai politik dalam konsep kebersamaan, persatuan," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan