Suara Denpasar - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) terpilih menjadi koordinator isu Pendidikan Tinggi (PT) BEM Se-Indonesia.
Hal ini juga tak lepas dari sikap kritis BEM Unud dalam menyuarakan isu pendidikan, khususnya terkait dengan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana terkait penerimaan mahasiswa jalur mandiri.
Ketua BEM Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa, pendidikan merupakan sektor utama dalam pembangunan bangsa, melirik beberapa waktu kebelakang, begitu banyak permasalahan yang menciderai marwah pendidikan tinggi di Indonesia, Universitas Udayana menjadi salah satu institut yang tercoreng.
Berdasarkan data BPS, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi pada tahun 2021 hanya 31,19 persen. Hal ini membuat Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam.
Salah satu faktor yang menajdi akar masalah dari APK pendidikan tinggi yang rendah adalah adanya praktik komersialisasi pendidikan.
Dimana akses pendidikan yang mahal serta tidak merata menyebabkan banyak sekali pemuda Indonesia yang tidak bisa berkuliah.
Selain itu, terdapat masalah yang cukup serius dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi hari ini yaitu maraknya praktik korupsi pada pendidikan tinggi.
Hal ini dikarenakan otonomi dan kewenangan berlebih yang diberikan kepada universitas dalam pengelolaan uangnya, tanpa disertai prinsip transparansi dan akuntabel.
Di satu sisi kebebasan akademik juga semakin terancam. Dimana banyak sekali represi-represi yang dialami oleh mahasiswa ketika ingin menyampikan pendapat atau pemikiran kritisnya. Mulai dari represi digital, represi fisik hingga represi akademik.
Baca Juga: Seminggu, SPDP Disel Astawa Belum Diterima Kejati Bali
Adapun Udayana termasuk satu diantara banyaknya insitusi perguruan tinggi yang bermasalah. Mulai dari Dugaan Korupsi Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), Fasilitas yang tidak layak, dan sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut, Padmanegara memutuskan untuk bertarung menjadi koordinator Isu Pendidikan Tinggi dalam Musyawarah BEM seluruh Indonesia ke-XVI yang diselenggarakan di Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau.
“Menjadi koordinator isu pendidikan tinggi memang menjadi fokus yang kami bawa sebelum berangkat, kami telah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder dan rekan-rekan BEM di tingkat fakultas. Tentunya merupakan tanggung jawab besar karena memang isu pendidikan tinggi merupakan isu yang paling dekat dengan kita sebagai mahasiswa," paparnya.
Menjadi suatu tantangan yang cukup berat bagi dirinya, ketika memastikan bahwasannya dunia pendidikan tinggi berjalan dengan baik, tidak hanya di kampus sendiri, namun di seluruh institusi di negeri ini.
"Seminimalnya pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan dengan murah, termasuk dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi setiap individunya. Setelah berkali-kali bersurat ke Komisi X DPR RI dan Kemendikbud, semoga pasca hasil ini, audiensi kami dapat diterima,” ungkapnya.
BEM Universitas Udayana mengirimkan 4 orang delegasi untuk mengikuti MUNAS yang diselenggarakan dari tanggal 28 Mei sampai 03 Juni 2023. Adapun termasuk didalam rombongan, I Putu Bagus Padmanegara selaku Ketua BEM, I Komang Satria Jagadhita selalu Koordinator Bidang Relasi, Riski Dimas Tio selaku Koordinator Bidang Analisis dan Pergerakan, dan Shakira Olivia selaku Koordinator Bidang Kemahasiswaan.
Dalam sidang yang dihadiri oleh 198 BEM Universitas di Indonesia. Dalam rangkaian sidang, salah satu delegasi BEM Universitas Udayana berhasil menjadi Presidium Sidang Tetap III yang diwakili oleh Shakira Olivia yang merupakan Koordinator Bidang Kemahasiswaan.
Melalui MUNAS BEM-SI ke-XVI tersebut, BEM Universitas Udayana berhasil menjadi bagian dari Pengurus Inti BEM-SI 2023 dengan menjabat menjadi Koordinator Isu Pendidikan Tinggi menggantikan Universitas Brawijaya. Sebelumnya, Universitas Udayana pernah menjadi Koordinator Wilayah Bali-Nusra pada tahun 2021. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Jadwal Imsak & Salat Palembang 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Waktu Sahur dan Magrib
-
5 Poin Penting Ibu Tiri di Sukabumi Tersangka Hingga Ayah Kandung Dibidik Polisi
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Bandar Lampung 26 Februari 2026 Hari Ini
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Restoran Sunda Lesehan di Bandar Lampung untuk Buka Bersama Keluarga Besar,
-
Tuding Jalan Berlubang Biang Kerok, Ini 5 Poin Penting Perjuangan Keadilan Warga Banten
-
Gali Lubang Tutup Lubang, Istri Oknum Polisi Tipu Rekanan Rp500 Juta Demi Bayar Rentenir