Suara Denpasar - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memberikan alasan mengapa akhirnya dia mengambil alih dan minta maaf kasus Mario Dandy melepas dan memasang sendiri borgol kabel tis. Diketahui, saat video tersebut viral, pihak Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan itu editan.
Diketahui, Mario Dandy Satriyo (20), tersangka kasus penganiayaan terhadap David Ozora (17) sempat tertangkap kamera sedang memasang sendiri kabel tis ke tangannya.
Kasus ini viral, kemudian Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa vieo Mario Dandy melepas dann memasang kabel ties adalah editan. Menurutnya, yang benar adalah kabel itu memang disiapkan untuk dipasang ke Mario Dandy, namun Mario Dandy memasang sendiri.
Penjelasan Trunojoyo ini justru membuat publik berang. Sebab, penjelasan Trunojoyo justru makin membingungkan karena tidak masuk akal.
Masalah ini makin menggelinding. Akhirnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto tampil sendiri. Dia mengambil alih masalah itu dan menyatakan minta maaf atas kasus Mario Dandy melepas-pasang borgol kabel ties.
Apa alasannya dia mengambil alih masalah ini, bukan menyalahkan ke anak buahnya? Karyoto memberikan penjelasan itu saat tampildalam podcast di kanal Youtube Deddy Corbuzier.
"Kenapa yang salah siapa, yang minta maaf bapak, sih Pak?" tanya Deddy dikutip Kamis (8/6/2023).
Karyoto menjelaskan, kalau bicara organisasi seperti kepolisian, maka secara struktur ada pimpinan tertinggi.
"Saya harus bisa meluruskan dan menjelaskan, "oke saya ambil alih, saya yang salah'," kata Karyoto.
Baca Juga: Viral Video Mario Dandy Pasang Borgol Sendiri, Kapolda Metro Jaya Minta Maaf
"Kok bapak yang salah? Kan bapak gak tahu apa-apa?" kata Deddy memotong.
"Ya apa pun namanya komandan. Saya mempelajari pemberitaan..., terus ada klarifkasi, yang klarifikasinya tidak bisa diterima netizen, ya saya ambil alih," tandasnya.
Deddy Corbuzier menanyakan mengapa lebih memilih mengambil alih masalah itu dan meminta maaf, ketimbang menunjukkan bahwa anak buahnya yang salah, Karyoto punya pertimbangan lain.
"Nggak boleh seperti itu. Kalau organisasi seperti itu, bubar itu," tandas mantan Deputi Penindakan KPK ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit
-
Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta
-
Siapa Nabila Gardena? Influencer Hits yang Dikaitkan dengan Alwin Albar Tersangka Korupsi
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar