Suara Denpasar - Yayasan Jaringan Hindu Nusantara dan Aliansi Masyarakat Hindu Bali mendesak Cyber Polda Bali agar lebih sering berselancar di media sosial. Karena banyak akun media sosial memosting video tarian pornografi secara luas.
Seperti sebuah video yang beredar viral melalui media sosial Facebook dan kanal YouTube, seorang penari sedang melakukan tarian yang sangat erotis dengan menggunakan pakaian adat Bali. Dalam video itu bertuliskan "Natha Bali Channel".
Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Wayan Kantha Adnyana mengatakan pertunjukan itu bukan lagi tarian adat Bali tetapi sudah tarian pornografi yang disebarluaskan melalui media sosial. Bagi Kantha mestinya sudah masuk dalam pelanggaran undang-undang ITE karena sudah sangat vulgar.
"Sebenarnya tarian itu sudah terlalu vulgar karena sudah ada undang-undang ite. Kalau aparat mau serius itu sebenarnya udah kena. Sudah masuk dalam ranah hukum," ujar Kantha kepada Suara Denpasar, Jum'at (9/6/2023).
Kantha menilai tarian yang disebarluaskan itu sudah melanggar norma susila adat dan budaya Bali. Sebab para penyawer dan penari melakukan gerakan pornografi dan bahkan sampai mencium alat kelamin sang penari.
"Itu sudah bukan tarian joget, yang ada tarian erotis bukan joget lagi, hanya saja pakaiannya pakaian Bali berarti dia itu sudah melanggar norma susila adat dan budaya. Bayangkan sampai mencium alat kelamin begitu, jadi itu bukan tari joget, itu tari porno itu yang menurut kami sudah kena undang-undang ITE," sambung dia.
Menurut Kantha tarian pornografi seperti itu sangat merusak atau tidak baik bagi anak-anak sehingga perlu untuk ditindaklanjuti.
"Karena ini sudah terlalu parah jadi jelek untuk anak-anak karena tarian itu di depan anak-anak dan juga jelek untuk orang lain yang melihat," ujarnya.
Dia berencana akan melaporkan hal tersebut kepada Cyber Polda Bali agar melacak akun media sosial yang menyebarkan video tarian yang menurutnya pornografi itu.
Baca Juga: Bule Asal Rusia Akan Somasi Polda Bali
"Karena tidak ada respon sama sekali kami dari Jaringan Hindu Nusantara dan Aliansi Nasyarakat Hindu Bali berencana akan melaporkan ke Cyber. Mungkin senin saya akan menghadap ke Cyber. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam