Suara Denpasar - Ketua Harian Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Nyoman Kenak ikut memprihatinkan beredarnya video viral tarian Bali yang sangat pornografi.
Dalam video yang beredar tersebut seorang penari perempuan yang menggunakan pakain adat Bali sedang disawer oleh beberapa laki-laki. Kemudian penari dan para penyawer itu melakukan gerakan pornografi dan bahkan seorang lelaki terlihat mencium alat kelamin penari tersebut.
Menurut Kenak tarian semacam itu sudah lama menjadi perhatian pihaknya dan beberapa lembaga terkait lainnya. Dia menilai video itu merupakan video lama yang dicoba untuk dikomersialisasikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Udah lama itu, sekarang akhir-akhir ini udah gak ada tuh hiburan-hiburan seperti itu joget-joget porno udah tutup udah sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing seperti bendesa, dari pemerintah juga melalui dinas kebudayaan karena itu melecehkan tarian joget yang sifatnya hiburan, bukan seperti itu," ujar Kenak kepada Suara Denpasar, Jumat (9/6/2023).
Kenak mengatakan pihaknya sudah mengimbaukan kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi pornografi dalam sebuah pertunjukan tari-tarian.
"Semua masyarakat, semua komponen sudah peduli dengan budaya sehingga udah gak ada joget-joget seperti itu. Itu kayaknya video lama yang diviralkan lagi," sambung dia.
Walau sudah jarang ditemui, Kenak tetap mengumbau agar masyarakat menjaga nilai luhur Bali. Karena tarian pornografi semacam itu bagi Kenak tidak hanya melecehkan budaya, tetapi juga merusak psikologi anak-anak dan generasi muda Bali.
"Sekarang lembaga agama, lembaga desa adat, unsur pemerintahan, unsur pemuda semua sudah komitmen gak akan membiarkan, itu melecehkan unsur seni tari-tarian kita. Kalau itu dibiarkan hal-hal seperti itu mengganggu juga mentalitas dari anak-anak dan generasi muda kita," tandasnya. (*/Dinda)
Baca Juga: Viral! Perawan 19 Tahun Mendadak Hamil, Ngaku Diperkosa Roh Jahat
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
-
Jatim Hattrick OTT KPK, Wagub Emil Soroti Moralitas Personal: Dalamnya Hati Siapa yang Tahu?
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
LANY Gelar Konser 2 Hari di Jakarta, Ini Harga Tiketnya