Suara Denpasar - Dedi Mulyadi menjadi salah satu anggota DPR RI yang begitu peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kali ini, dia melihat secara langsung penangan sampah di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan itu dia juga melarang warga meminta sumbangan di pinggir jalan.
Selain berbahaya bagi pengguna jalan. Kang Dedi juga sudah membantu warga untuk penanganan sampah tersebut.
Dengan begitu, seharusnya tidak perlu meminta sumbangan di pinggir jalan karena dananya sudah dinilai cukup.
"Minta di pinggir jalan, nanti kesannya saya tidak bantu," ingatnya kepada warga yang membawa kota sumbangan dari kardus seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal youtubenya, Selasa 13 Juni 2023.
Warga yang mendapat teguran dari mantan bupati Purwakarta dua periode itu pun patuh dan menyingkir dari jalan.
Pada tayangan video yang berjudul "PERNAH DITUTUP AREAL TAMBANGNYA KINI BANTU ANGKAT TUMPUKAN SAMPAH | KDM TEGUR NGENCLENG DIJALAN". Itu juga berbincang-bincang dengan Pak Haji Udin.
Dia adalah mantan operator bego yang tambangnya ditutup oleh Kang Dedi. Saat bincang-bincang dengan duda tiga anak tersebut.
Pak Haji mengaku tidak masalah dirinya keluar sebagai operator alat berat di penambangan ilegal. Sebab, dirinya kini merasa lebih nyaman dalam bekerja.
Baca Juga: Tunggu Ojol Cantik, Kang Dedi Bantu Tukang Parkir
Apalagi, bisa membantu warga untuk mengangkut sampah. Dia juga bercerita, selama menjadi operator alat berat di penambang ilegal. Dirinya, juga mendapat pemasukan yang terbilang sedikit. "Pasti kecil pendapatannya," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius