Suara Denpasar - Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman bernama Salvita Salim De Corte mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia.
Salvita adalah seorang seniman. Dia mengaku sangat mencintai Indonesia karena bapaknya orang Indonesia.
"Saya lahir dan besar di Indonesia, teman-teman saya banyak di Bali, keluarga saya semua di Bali dan saya ingin terus berkarya di Indonesia," ungkap Salvita.
Tak hanya Salvita, ada juga dua orang warga negara asing yang ikut mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia. Mereka adalah Oyagi Ryusuke warga negara berkebangsaan Jepang dan Kody Satria Lapergue warga negara Prancis.
Oyagi Ryusuke merupakan seorang dokter yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. Dia mengajukan pindah kewarganegaraan karena ingin mengabdi kepada masyarakat di bidang medis.
Sementara Kody Satria Lapergue merupakan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di salah satu Kampus Desain di Bali. Dia juga ingin pindah kewarganegaraan karena lahir dan besar di Bali.
3 orang WNA tersebut telah dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi yang terdiri dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM Bali, Divisi Imigrasi Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM Bali, Polda Bali dan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitupulu yang bertindak sebagai ketua tim verifikasi mengatakan secara keseluruhan 3 WNA tersebut baik dalam wawasan kebangsaan saat mengikuti sidang pewarganegaraan.
Selain itu kata Anggiat, mereka sangat fasih dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lancar membacakan Pancasila.
"Ketiga WNA tersebut dapat menjawab pertanyaan tentang wawasan kewarganegaraan dengan cukup baik," kata Anggiat Napitupulu melalui keterangan tertulis, Rabu (14/6/2023).
"Nantinya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat," tutup Anggiat.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Luncurkan Buku Rohani, GKPB Tirta Empul Bahas Budaya Bali: Sekaa Manyi-Pernikahan Sentana
-
Gunung di Bali Dilarang Didaki, Akademisi Unud Nilai Ada Sebab-Akibat
-
Informasi Berkembang Pesat di Media Sosial, SMSI Bali: Media Pers Jadi Pembersih
-
Humas Polda Bali Sebut Media Sosial Sebagai Acuan Informasi Terkini
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Bawa-bawa Logo Koperasi di Pesan Kesehatan, Strategi Komunikasi Pemasaran Aqua Menuai Kritik
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Cetak 19 Gol, Lionel Messi Lewati Rekor Para Legenda di Piala Dunia
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II