/
Senin, 19 Juni 2023 | 17:00 WIB
(Gubernur Bali Wayan Koster. Foto: Rovin Bou)

Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyadari bahwa dirinya dirusak atau mendapat protes karena melarang pendakian 22 gunung di Bali.

Walau begitu Wayan Koster mengaku akan tetap tegak lurus pada kebijakan yang sudah dibuatnya dalam surat edaran Gubernur Bali nomor 4 tahun 2023 itu. 

Koster mengatakan sebagai Gubernur dia memiliki tanggungjawab penuh terhadap keberlanjutan budaya dan nilai luhur Bali. Kalau tidak akan dikutuk oleh para leluhur katanya. 

"Kita jangan mengabaikan tempat suci, ini yang prinsip. Kita harus solid saya tidak peduli bagi orang-orang yang pikirannya pragmatis yang dalam jangka panjang akan merusak tatanan alam manusia dan kebudayaan Bali," ujar dia di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (19/6/2023).

Wayan Koster mengaku kebijakan larangan terhadap pendakian itu bukan sehari mikir. Jauh sebelumnya dia telah mempelajari Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta filosofi kehidupan alam manusia dan kebudayan Bali.

Karena itu dia tidak peduli dengan nyinyiran atau protes-protes yang berseliweran di media sosial maupun media massa. 

"Mengenai larangan pendakian Gunung saya telah melakukan kajian yang komprehensif. I’m sorry (saya minta maaf) saya berpikir tentang jangka panjang," tegasnya. (Rizal/*)

Load More