/
Senin, 19 Juni 2023 | 15:43 WIB
(Gubernur Bali Wayan Koster.  Foto: Rovin Bou)

Suara Denpasar - Gubernur Bali ungkap alasan mangkrak atau lambatnya proyek pembangunan jalan tol jalur Gilimanuk-Mengwi

Mengingat sejak groundbreaking atau peletakan batu pertama pada September 2022, progresnya sangat lambat. Bahkan saat ini proyek jalan tol sepanjang 96,84 kilometer itu berhenti total.

Wayan Koster mengatakan lambatnya proyek jalan tol itu dikarenakan adanya perubahan pemegang saham di korporasi perusahaan yang mendapat tugas untuk mengerjakan jalan tol tersebut. 

Saat ini kata Koster sedang ditangani oleh Menteri PU untuk proses dan mekanisme terkait pergantian pemegang saham dimaksud. Sehingga dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir. 

"Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Memang mungkin konsekuensinya sedikit tertunda 1 tahun karena perubahan mekanisme penyertaan pemegang saham di dalam korporasi perusahaan tersebut," ujar Koster di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (19/6/2023).

Wayan Koster meyakinkan bahwa lambatnya proyek itu bukan karena tidak ada investor yang berminat untuk mengerjakan proyek dengan nilai Rp 24,6 triliun itu. Banyak yang berminat katanya.

"Pembangunan jalan tol ini banyak yang berminat dan kemudian ada peserta baru yang ingin berpartisipasi sehingga perlu perubahan mekanisme penyertaan pemegang saham. Bukan tidak ada investor tapi banyak yang berminat," kata dia.

Karena itu Koster berharap mangkraknya proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi dapat dimaklumi oleh DPRD Provinsi Bali dan masyarakat Bali secara luas.

"Jadi saya mohon kepada pimpinan dan anggota dewan dan masyarakat Bali memaklumi kondisi tersebut," tutupnya. (Rizal/*)

Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia Kontra Argentina, Shin Tae yong Dapat Pesan Khusus, Soal Mitos?

Load More