Suara Denpasar - Baru-baru ini Raffi Ahmad mengungkapkan bagaimana putranya, Rafathar meminta maaf ke ketua umum PSSI, Erick Thohir.
Permintaan maaf itu disampaikan lantaran Rafathar menolak kesempatan emas untuk menjadi player escort atau pendamping pemain Timnas Argentina dalam laga FIFA Matchday yang digelar Senin (20/6/2023) kemarin.
Bukan tanpa alasan, rupanya Rafathar takut dirinya akan mendapatkan ledekan bila Timnas Indonesia kalah melawan Argentina. Rupanya rasa takut itu muncul karena adanya trauma yang dialami Rafathar.
"Rafathar tuh dulu pernah ada rasa trauma. Waktu itu aku kan punya tim bola, Rans, waktu itu pernah lawan Persija. Terus tim aku kalah. Ya namanya juga Bobotoh atau suporter itu pas tim aku kalah, (diteriaki) 'Rafathar nangis! Rafathar nangis!'," ungkap Raffi seperti dikutip dari akun TikTok @koin2sisi, Selasa (20/6/2023).
Kendati demikian, Raffi Ahmad pun menyampaikan ucapan terima kasih karena Erick Thohir memberikan kesempatan kepada Rafathar. Namun kembali lagi, ia tidak bisa memaksakan kehendak putranya.
Hingga kemudian Raffi memperdengarkan permintaan maaf Rafathar untuk Erick Thohir.
“Terus Rafathar minta maaf, lucu ini, 'Pak Erick makasih ya udah ngajakin Aa, tapi Aa malu. Sukses buat Argentina lawan Indonesia. Semangat'," kata Rafathar. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry