- Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketidakyakinannya terhadap teori ekonomi neoliberal dalam acara Hari Koperasi di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
- Prabowo mengkritik pandangan neoliberal yang menyalahkan kemiskinan pada individu serta membiarkan kekayaan hanya dikuasai satu persen kelompok masyarakat.
- Presiden menegaskan bahwa konsep trickle-down effect tidak efektif menyejahterakan rakyat dan kini telah ditinggalkan oleh banyak pemimpin negara Barat.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Ia berkeyakinan dan telah mewanti-wanti bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil membawa kesejahteraan untuk rakyat.
"Saya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Katanya eh kita berpikir global, tidak ada perbatasan lagi, ya kan," kata Prabowo di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Presiden menyoroti lebih jauh pemahaman neoliberal tentang kemiskinan.
Prabowo mengatakan dalam pemahaman neoliberal, mereka percaya bahwa kemiskinan merupakan salah dari diri sendiri.
"Jadi ada paham, pahamnya neolib, kalau kau miskin itu salah kamu. Iya itu pemikiran mereka," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pemahaman neoliberal yang membiarkan kekayaan hanya dikuasi oleh 1 persen dari keseluruhan umat manusia.
Mereka yang berpahan neoliberal percaya kekakayaan tersebut akan menetes dengan sendiri ke rakyat di bawah. Padahal, ditegaskan Prabowo hal itu tidak terjadi.
'Dan paham neolib itu mengatakan biarlah yang kaya hanya 1%. Kalau mereka kaya nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah. Trickle-down effect. Saya tanya, kalian percaya nggak akan netes ke bawah? He? Hah? Kalian percaya atau tidak akan menetes ke bawah?" tanya Prabowo yang dijawab tidak percaya oleh hadirin.
Menurut Prabowo, pemahaman tersebut bahkan saat ini sudsh ditinggalkan oleh para pemimpin dunia di negara-negara Barat.
Baca Juga: Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
"Jadi saudara-saudara, tidak ada dan pemimpin Barat sekarang sudah mengakui, mereka sudah meninggalkan neolib. Mereka yang ninggalkan. Amerika, Inggris, Eropa Barat sudah tinggalkan. Hanya di kita," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat
-
Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya
-
Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat