News / Nasional
Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2027). (foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketidakyakinannya terhadap teori ekonomi neoliberal dalam acara Hari Koperasi di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
  • Prabowo mengkritik pandangan neoliberal yang menyalahkan kemiskinan pada individu serta membiarkan kekayaan hanya dikuasai satu persen kelompok masyarakat.
  • Presiden menegaskan bahwa konsep trickle-down effect tidak efektif menyejahterakan rakyat dan kini telah ditinggalkan oleh banyak pemimpin negara Barat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Ia berkeyakinan dan telah mewanti-wanti bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil membawa kesejahteraan untuk rakyat.

"Saya tidak percaya dengan teori-teori neolib. Katanya eh kita berpikir global, tidak ada perbatasan lagi, ya kan," kata Prabowo di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden menyoroti lebih jauh pemahaman neoliberal tentang kemiskinan.

Prabowo mengatakan dalam pemahaman neoliberal, mereka percaya bahwa kemiskinan merupakan salah dari diri sendiri.

"Jadi ada paham, pahamnya neolib, kalau kau miskin itu salah kamu. Iya itu pemikiran mereka," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pemahaman neoliberal yang membiarkan kekayaan hanya dikuasi oleh 1 persen dari keseluruhan umat manusia.

Mereka yang berpahan neoliberal percaya kekakayaan tersebut akan menetes dengan sendiri ke rakyat di bawah. Padahal, ditegaskan Prabowo hal itu tidak terjadi.

'Dan paham neolib itu mengatakan biarlah yang kaya hanya 1%. Kalau mereka kaya nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah. Trickle-down effect. Saya tanya, kalian percaya nggak akan netes ke bawah? He? Hah? Kalian percaya atau tidak akan menetes ke bawah?" tanya Prabowo yang dijawab tidak percaya oleh hadirin.

Menurut Prabowo, pemahaman tersebut bahkan saat ini sudsh ditinggalkan oleh para pemimpin dunia di negara-negara Barat.

Baca Juga: Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

"Jadi saudara-saudara, tidak ada dan pemimpin Barat sekarang sudah mengakui, mereka sudah meninggalkan neolib. Mereka yang ninggalkan. Amerika, Inggris, Eropa Barat sudah tinggalkan. Hanya di kita," kata Prabowo.

Load More